PWI Tangsel Angkat Bicara Soal Pernyata Ombudsman dalam Kasus Rumini

oleh -
Rumini seorang guru honorer yang dipecat Disdikbud Tangsel karena mengungkap dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 02, Pomdok Aren, Tangsel.

Pernyataan yang dikeluarkan Ombudsman Banten terkait kasus Rumini seakan membuat bingung semua kalangan, termasuk ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel Junaidi.

Ketua PWI Tangsel Junaidi malah mengkritik ombudsman Banten yang dianggapnya salah mengambil persoalan, dan dia menduga ada pengalihan isu.

“Di sini persoalan pentingnya itu kan masalah ada pungutan liar (Pungli) di sekolah itu. Ombudsman gimana si, kok yang diperiksa bukan soal punglinya malah pribadinya. Jangan sampai ada pengalihan isu ini,” kata Junaidi, Senin (15/7) saat dihubungi.

Pria yang akrab dipanggil Edi Rusli itu menyayangkan bahwa Ombudsman tidak menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam kasus Rumini itu.

“Harusnya semua pihak yang terlibat dihadirkan oleh ombudsman bukan sepotong-sepotong seperti ini. Apa ombudsman tidak melihat ada 7 tahun masa pengabdian Rumini dan setelah Rumini membeberkan terkait pungli disekolah itu kenapa kemudian statemen dari Kadindik baru keluar soal perilaku Rumini,” terangnya.

“Nah sekarang ada lagi soal selingkuh, memangnya ombudsmen menganggap masyarakat tidak ada,” imbuhnya.

Diketahui pernyataan Ombudsman tersebut berisi bahwa, pemecatan guru Rumini oleh Dinas Pendidikan disebabkan karena ada affair/perselingkuhan pribadi yang serius dengan salah satu guru pria di sekolah dirinya mengajar.

“Dari hasil klarifikasi Dinas Pendidikan Kota Tangsel terkait pemecatan Rumini tidak terkait dengan laporan Pungli tetapi terkait kasus pribadi Rumini. Berupa affair dengan guru lain di sekolah tersebut yang sangat serius dan diberikan sangsi yang berat,” kata Kepala Ombudsman Banten Bambang P Sumo saat dikonfirmasi.

Menurut Bambang, pemecatan Rumini itu sudah sewajarnya, karena lanjutnya, selain melakukan perselingkuhan, mantan wali kelas itu juga sering berkata kasar terhadap para siswa.

“Dari Dinas Pendidikan, yang bersangkutan juga sudah di BAP oleh sekolah juga oleh Dinas. Guru laki-lakinya dipindahkan. Guru Rumini kesalahannya tidak hanya itu tapi juga melakukan tindakan kekerasan ke siswa,” ujarnya. (den)

Share this...
Print this page
Print