Warga Sebut Gedung Mangkrak Perpustakaan Kota Tangsel Jadi Sarang Hantu

oleh -
Bangunan gedung perpustakaan daerah di Tandon Nusa Loka, Ciater, Kecamatan Serpong, Kamis (18/7). (foto: den)

Pembangunan gedung perpustakaan skala Kota Tangerang Selatan diduga mangkrak, pasalnya proyek yang dikerjalan pada 28 Juni 2018 lalu itu sampai saat ini masih jauh dari kata selesai.

Pembangunan Gedung yang terletak di dalam Tandon Nusa Loka itu menghabiskan anggaran APBD 2018 sebesar Rp.9,9 Miliar. Sementara satuan kerja yang menangani proyeknya adalah Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangerang Selatan.

Mangkraknya proyek bangunan gedung perpustakaan Kota Tangerang Selatan menjadikan gedung 4 lantai tersebut terlihat seram, terlebih dilihat pada malam hari.

Berdasarkan cerita warga setempat, pada malam hari kerap muncul penampakan mahluk astral di lantai 2 gedung tersebut.

Suhelmi (43) salah satu warga yang tinggal di dekat proyek mangkrak itu mengungkapkan, saat mancing di Tandon Nusa Loka pada malam hari, dirinya sering melihat sosok berbaju putih berjalan melayang di lantai satu sampai 2, padahal menurutnya, dari luar pintu gedung itu terkunci.

“Ya mungkin karena ga diteruskan pekerjaannya ini makannya kondisinya jadi serem dan gelap jadi sarang hantu. Ya kalo udah kaya gitu mah mahluk halus juga demen tinggal di situ kan,” ujarnya saat ditemui di lokasi tandon, Kamis (18/7).

Hal yang sama diutarakan satpam penjaga Bandi (nama samaran). Menurutnya gangguan dari mahluk halus dari gedung itu bagi dirinya sudah biasa.

“Ya saya sering. Pernah saya lagi tidur aja diganggu, di jatuhin saya dari bangku. Liat anjing tanpa kepala berkeliaran di sekita gedung itu juga saya pernah. Dulunya memang ini kebun sama empang gitu sih,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, gedung 4 lantai yang terletak di Tandon Nusa Loka, Ciater, Kecamatan Serpong itu sudah terpasang kaca dan tembok untuk lantai 1, sementara lantai 2,3,dan 4 masih kosong melompong.

Berdasarkan data dari LPSE Kota Tangsel pembangunan gedung perpustakaan tersebut pada 2018 lalu mendapat pengawasan DBPR dengan menggunakan jasa PT. Javatama Konsulindo dan menghabiskan anggaran sebesar Rp.268 Juta, dan kabarnya mendapatkan pengawasan juga dari kejaksaan Kota Tangsel. (den)

Share this...
Print this page
Print