Memprihatinkan, Dihimpit Komplek Elit BSD, Warga Tangsel Tinggal di Rumah Triplek

oleh -
Kondisi rumah Yekah yang terbuat dari triplek bekas sungguh memprihatinkan. (foto: den)

Sungguh memprihatinkan nasib Yekah (38) dan keluarganya, diantara deretan rumah kokoh perumahan Nusa Loka BSD Serpong, perempuan yang kini menjanda itu tinggal penuh was-was di rumah triplek reot yang kapan saja ambruk mengancamnya.

Yekah harus tinggal di rumah yang mirip saung itu bersama dengan empat anak serta ibu nya. Sementara suaminya sudah meninggal karena sakit.

Berlokasi di Kampung So RT 04 RW 02 Kelurahan Rawa Mekar Jaya menempel dengan tembok pembatas perumahan elit Nusa Loka BSD. Rumah yang berukuran 6×6 itu juga bagian atapnya hanya ditutupi plastik dan triplek bekas.

Jika musim penghujan tiba, Yekah bersama anak-anaknya harus menyelamatkan pakaian serta buku sekolah agar tidak basah.

Pun, begitu jika angin kencang menerjang. Atap kayu maupun triplek sebagai penahan hujan dan panas kerap berbunyi seperti bangunan hampir rubuh.

“Saya takutnya kalau ada angin kencang sama hujan, kalau anak-anak lagi main terus tiba-tiba ambruk kan takut. Namanya juga rumahnya udah kaya gini, didorong juga udah ambruk,” ujar Yekah kepaada wartawan, Rabu (31/7).

Yekah yang sehari-hari bekerja sebagai kuli cuci ini, sangat berharap ada bantuan dari pemerintah. Upah dari pekerjaannya kerap tak mencukupi biaya hidup Yekah dan keluarganya, ditambah dia harus mengurus ibunya yang mengalami patah kaki semenjak tiga tahun lalu.

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah, saya enggak minta yang bagus. Yang penting anak saya pas main aman, enggak was-was kalau rumah ambruk,” jelasnya.

Sementara jika malam tiba, anak-anak Yekah harus berdesak-desakan berbagi tempat tidur.

“Kasur kan cuman satu, itu buat ade. Kalau saya pakai tiker aja tidurnya. Kalau hujan, ya kena pas tidur,” ujar Nabila yang bersekolah di SD Islam Rawa Mekar Jaya.

Kini, Yekah hanya berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

Pun demikian dengan, Ketua RT 04 Arsad yang ingin warganya mendapatkan bantuan dari Pemkot.

“Jangan sampai ada warga yang tertimpa rumah. Karena ini bahaya kalau hujan terus ada angin besar takutnya ketimpa. Kalau saya sebagai RT, siapapun yang ingin membatu secepat mungkin bisa membantu,” pukas Arsad. (den)

Share this...
Print this page
Print