Pemkot Tangsel Dorong Peningkatan Kualitas Kesehatan

oleh -

Dinas Kesehatan Kota Tangsel terus berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Seperti dengan sejumlah program-program unggulan.  Salah satunya adalah dengan mencegah anemia. Dalam sosialisasi penanganan anemia banyak melibatkan kader kesehatan.

Seperti yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Tangsel beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan ini digelar seminar bertajuk “Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Stunting” di Graha Widya Bakti, Puspiptek, Setu, Selasa (30/7).

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa persoalan kesehatan menjadi masalah yang belum sepenuhnya bisa tertangani dengan baik. Termasuk di Tangsel yang memiliki penduduk 1,6 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan yang mencapai 3,4%.

Benyamin menyampaikan, sebisa mungkin pelayanan kesehatan ini berguna bagi masyarakat. Apalagi yang menyangkut urusan kesehatan yang butuh dukungan seluruh elemen. Tanpa hal itu rasanya sulit bisa mewujudkan kualitas kesehatan yang mumpuni. Ini penting karena prediksi dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan bahwa 11 tahun mendatang, penduduk Tangsel akan mencapai 3 juta jiwa.

“Nah disini penting hadirnya kader-kader kesehatan untuk menyambung rasa dengan teman-teman kami di puskesmas, di dinas, serta di RSU Kota Tangsel. Untuk mengajak masyarakat hidup sehat,” jelasnya.

Hal itu mengingat, masih banyak masyarakat Tangsel yang belum menerapkan pola hidup sehat.

“Anemia itu disebabkan oleh pola makan yang kurang pas. Tapi sudah tahu sambal pedas, masih saja makan pedas. Jadi penyakit itu dicari sendiri. Cuci tangannya asal, hanya ujung jari saja,” ucapnya.

“Kita tidak menghendaki itu mengapa demikian. Kita yakin bayi-bayi yang menjadi pemerus Kota Tangsel ini nantinya harus hidup sehat. Yang akan memikirkan Tangsel ke depannya itu harus diurus,” imbuhnya.

Benyamin menyampaikan kepada para kader sehat untuk senantiasa memberikan pengetahuan akan kesehatan bagi para ibu hamil.

Demi kesehatan penerus bangsa ini, Benyamin mengingatkan pentingnya asupan asi (air susu ibu) bagi para bayi. “Kasih tau pada anak anak muda, pada ibu-ibu muda, asi jangan ketinggalan,” tegasnya.

Menurut dia, bayi yang mengkonsumsi asi lebih kuat dan sehat dibandingkan dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni, mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk menanamkan pengetahuan atas bahayanya penyakit kekurangan darah (anemia) dan gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama (stunting).

“Jadi mudah-mudahan ibu-ibu Tangsel dapat mengedukasi warga di wilayah binaannya tentang stuting ini. Selanjutnya untuk menurunkan tingkat kematian ibu hamil yang disebabkan oleh anemia,” pungkasnya. (adv)

Share this...
Print this page
Print