MUI Kecamatan Jarang Punya Kantor

oleh -


Mayoritas Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan di Kota Tangerang tidak memiliki kantor. Dari 13 MUI kecamatan yang memiliki kantor baru tiga MUI.

Hal ini membuat Ketua MUI Kota Tangerang KH Edi Junaedi Nawawi merasa prihatin. Dengan tak ada kantor maka kegiatan kerap menumpang di kantor kecamatan setempat.

“Termasuk MUI Benda juga tak punya kantor,” katanya saat penyerahan dana hibah untuk MUI Kecamatan Benda, Jumat (9/8/2019) sore.

Edi menjelaskan, tugas MUI itu dakwah dan fatwa. Namun hasilnya jarang kelihatan. Karena itu harus ada evaluasi. Sebab kerusakan bakal terjadi bila ulama tidak membuat teladan.

Ia mengingatkan, ulama itu pemimpin umat maka harus jadi pelayan umat. Terkait pemberian dana hibah Rp 25 juta untuk masing-masing MUI kecamatan maka harus disyukuri karena ini amanah.

Edi menegaskan agar potensi dakwah meningkat. Dimulai dengan disiplin diri. Kemudian soal dakwah sosial dan memerangi narkoba. Harus ada sinergi antara ulama dan umaro.

“Kunjungan ini bukan awal tapi ada lagi,” katanya.

Sekertaris MUI Kota Tangerang KH Gozali Barmawi mengatakan, dana hibah yang diterima haram untuk kegiatan raker atau pembuatan jaket MUI. Uang hibah ini harus dimanfaatkan 40 persen untuk kebutuhan alat tulis kantor (ATK) dan 60 persen lagi untuk kegiatan rutin pengajian.

“Tolong atensinya dana hibah ini harus dijaga dan tertib administrasi,” ujarnya.

Sementara, Camat Benda Teddy Roestendy mengatakan, pihaknya siap membantu kegiatan MUI. Akan menciptakan komunikasi dengan baik dan lancar demi menjaga sinergitas ulama dan umaro.

“Untuk MUI kita prioritaskan,” katanya.(setia)

Share this...
Print this page
Print