Pengawal Pribadi Raja Salman Ditembak

oleh -

Pengawal pribadi Raja Salman, tewas setelah ditembak oleh temannya sendiri karena masalah pribadi Sabtu (28/9/2019) malam. Pengawal tersebut, Abdel Aziz al-Fagham mengunjungi salah seorang teman laly terajdi pertengkaran dengan Mamdouh bin Meshaal Al Ali. BBC melaporkan, Ali menembak al-Fagham dan ia segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal dalam perjalanan.

Sedangkan Ali ditembak mati oleh polisi karena menolak menyerah. Tujuh orang terluka dalam peristiwa tersebut. Tujuh orang yang terluka adalah dua orang yang berada di rumah teman al-Fagham yang sedang dikunjunginya, dan lima orang pengawal pribadi yang terlbat dalam aksi penembakan tersebut. “Fagham tengah mengunjungi salah seorang temannya di Jeddah saat rekannya Mamdouh al-Ali memasuki kawasan tersebut,” kata polisi memberikan keterangan, sebagaimana dilansir DW.

“Percakapan antara Fagham dan Ali menegang, Ali meninggalkan rumah tersebut, dan kembali membawa senjata api dan menembak Fagham, melukai dua orang di rumah tersebut, seorang pekerja asal Filipina dan saudara pemilik rumah.” Saat penggerebekan polisi, Ali justru menyerang lima anggota polisi dan akhirnya ditembak mati.

Lima anggota polisi tersebut pun terluka. al-Fagham adalah pengawal Raja Salman yang cukup terkenal di Arab Saudi, dan ia juga dekat dengan Raja Salman karena masa pengabdiannya yang cukup lama. Ia juga pengawal pribadi mendiang Raja Abdullah. Sosial media menyerukan penghormatan baginya dengan sebutan “pahlawan” dan “malaikat penjaga”.

Selain itu, banyak pengguna twitter mengunggah foto al-Fagham yang sedang mengawal Raja Salman, bahkan saat bertugas mengawal mendiang Raja Abdullah. Melansir Independent, sejumlah media lokal Arab Saudi memberitakan kejadian kematian al-Fagham. Koran harian Okaz menjadikan peristiwa ini sebagai headline berita, dengan judul, “The Keeper of Kings”.

Televisi nasional menyiarkan beritanya, “Mayor Jenderal Abdulaziz al-Fagham, pengawal dari dua Masjid Kudus (Raja Arab Saudi), ditembak mati karena masalah pribadi,” Kasus senjata api sangat jarang terjadi di Arab Saudi, karena penerapan hukum Islam mengharskan pembunuh dan pecandu dieksekusi mati. Pada 2017, dilaporkan terdapat 419 kasus pembunuhan, berdasarkan laporan PBB atas Kasus obat-obatan terlarang dan kriminal di Arab Saudi, tempat tinggal sekitar 30 juta orang. (tirto/daus)

Share this...
Print this page
Print