,

Warga Cibodassari Sembuhkan Diabetes Sang Ayah Pakai Belimbing Wuluh

oleh -

 

TANGERANG – Banyak tersedianya sumber daya alam khususnya belimbing wuluh di Kota Tangerang menarik perhatian Sugar Alfas -Alfas (35). Ia pun terjun ke dunia kesehatan dan berhasil membuat obat diabetes dari sari belimbing wuluh yang diberi nama Averrhoa .

 

Sugar Alfas Alfas menjelaskan, alasannya membuat sari belimbing wuluh yang dijualnya seharga Rp 15 ribu per 80 ml ini bermula ketika dirinya bertekat menyembuhkan penyakit diabetes orang tuanya tiga tahun lalu. Saat itu kondisi orangtua pria yang tinggal di Jalan Dukuh 3 Nomor 92, Perumnas I, Kecamatan Cibodassari, Kota Tangerang ini hendak diamputasi karena tingginya kadar gula darah yang mencapi 400. “Saat itu kami dan keluarga memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dan beralih ke tanaman herbal. Dari sana saya mulai belajar. Pertama kali saya lihat, tanaman obat yang dapat menurunkan gula ya belimbing wuluh,” ujarnya ketika ditemui, Kamis (3/9/2019).

 

Hasil penelitian Alfas pun membuahkan hasil. Kadar gula sang ayah berangsur menurun dalam dua tahun terakhir. Bahkan, saat ini kondisi sang ayah telah dinyatakan sembuh total dan terhindar dari tindakan amputasi. Selain sebagai obat diabetes, produknya juga dapat mengobati sakit gigi, kolesterol dan mabuk perjalanan. Hal itu berkat banyaknya kandungan zat alami dari belimbing wuluh.

 

 

Langkah Alfas pun makin cerah ketika bergabung di UMKM Cibodas Jasa. Disana, dirinya mendapat pelatihan dan pembinaan tentang UMKM. ¬†Tidak hanya di Kota Tangerang, produknya juga sempat di lirik oleh pasar luar negeri. Bahkan investor Korea pun sempat mendatanginya untuk melakukan pembelian. “Produk kami tidak menggunakan bahan kimia untuk mengawetkan. Karena kami pakai gula serbuk dan garam sebagai pengawet alami. Rasanya pun bisa diterima tanpa mengurangi khasiatnya,” tambahnya.

Alfas mengaku, hingga kini belum berani ekspansi keluar Kota Tangerang walaupun saat ini sudah banyak menerima pesanan. Penyebabnya karena kemasan yang digunakan masih menggunakan plastik. Selain itu, minimnya tenaga kerja membuat produksi produk tersebut mengalami sedikit kendala. Ia pun mengharapkan perhatian dari berbagai pihak untuk memfasilitasi pengadaan kemasan kaca.” Seharusnya pakai kemasan kaca. Karena dalam sari belimbing wuluh ada karbonasinya (gas-red) yang dapat meledak. Produk kami bisa bertahan sampai enam bulan dan aman dikonsumsi segala jenis usia,” pungkasnya. (Panda)

Share this...
Print this page
Print