Wiranto Ditusuk di Pandeglang,NasDem Perintahkan Bupati Awasi Pendatang

oleh -
Ketua DPW Partai NasDem Banten Wawan Iriawan

Kasus tertusuknya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Pandeglang membuat sejumlah kalangan angkat bicara. Salah satunya Ketua DPW Partai NasDem Banten Wawan Iriawan. Pria asli Pandeglang ini mengutarakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa mantan Ketua Umum Partai Hanura tersebut.

Menurut Wawan kejadian yang menimpa sang menteri harus diusut tuntas. Jangan hanya merujuk kepada pelaku saja, tetap dalang dibalik penusukan tersebut.

“Kita semua prihatin atas kasus pak menteri. Ini diluar dugaan karena jarang sekali pejabat penting dianiaya. Terlebih ketika ia sedang dalam sebuah tugas,” katanya lewat surat elektronik yang diterima Respublika.id

Wawan mengungkapkan, adanya kejadian ini harus menjadi pelajaran semua pihak. Terlebih insiden tersebut terjadi di kampung halamannya, Pandeglang.

Ia pun sudah memerintahkan Bupati Pandeglang Irna Narulita, yang juga kader Partai NasDem untuk memperketat keluar masuk pendatang. Ketua RT dan RW memainkan peranan penting dalam hal ini. Supaya tidak ada kejadian serupa berulang di Pandeglang. “Yang melakukan penusukan orang luar Pandeglang. Mereka pendatang. Nah, ini menjadi pelajaran agar kejadian itu tidak berulang,” ujarnya.

Ia percaya orang Banten cinta damai dan tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Adanya kejadian ini merupakan satu pukulan telak dan perlu ada evaluasi terkait pendataan warga.

Jangan lagi warga tidak peduli dengan keberadaan kaum pendatang. Bila ada yang mencurigakan harus segara dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Bila dilakukan pembiaran khawatir kejadian serupa bakal terulang lagi.

Dirinya pun mendoakan Wiranto sehat sedia kala dan bisa beraktivitas kembali. “Semoga pak menteri bisa segara pulih dan kembali sehat,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Wiranto ditusuk oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara, di Pandeglang, Banten pada Kamis, 10 Oktober 2019. Saat itu, Wiranto akan kembali ke Jakarta setelah meresmikan gedung dan memberi kuliah umum di Universitas Mathla’ul Anwar. Panglima TNI periode 1998-1999 ini ditusuk di gerbang alun-alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang kala ia turun dari mobil dinasnya.

Polisi menyebut Abu Rara merupakan jaringan JAD Bekasi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara merupakan anak buah Abu Zee, pentolan JAD Bekas. (dawson)

Share this...
Print this page
Print