Persoalan Pangan Belum Juga Teratasi

oleh -
Ilustrasi

Ketahanan pangan masih menjadi persoalan yang harus dituntaskan oleh pemerintah selama lima tahun ke depan. Tak hanya segi ketersediaan dan pasokan pangan yang diperhitungkan, tetapi manfaat dan kandungan gizi juga harus dipenuhi. Guna menjawab kebutuhan tersebut, maka pendidikan tinggi memiliki peranan penting.

Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Pelita Harapan (UPH) turut berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan ketahanan pangan melalui acara Food Explore 12 dengan mengusung tema “Food Security: Diverse Food Utilization” yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2019.

Pemilihan tema acara menurut W Donald R Pokatong, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UPH, sangat relevan dengan tema hari pangan sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2019. Kata dia, tema hari pangan sedunia menjabarkan bahwa dunia harus terlepas total dari kelaparan dengan mengkonsumsi diet sehat, dan hal ini bisa tercapai jika ketahanan pangan telah terjamin baik.

“Aspek ketahanan pangan adalah keanekaragaman pemanfaatan pangan. Karena itu masyarakat perlu diberikan pengetahuan mengenai kekayaan pangan lokal,” ungkap Donald.

Melalui pameran ‘Food Explore’ ini, lanjut Donald, masyarakat dapat melihat ide-ide inovatif dalam pengolahan pangan yang dapat dijadikan referensi bagi masyarakat khususnya keluarga, dalam mengolah makanan yang berkualitas, kaya manfaat dan kaya akan kandungan gizinya.

Diketahui, Food Innovation 2019 di Lippo Mall Puri itu memamerkan 29 karya inovasi pangan terdari makanan dan minuman yang dapat dicicipi pengunjung. Publik juga mendapat penjelasan dari para mahasiswa yang membuat inovasi, seputar cara pembuatan dan manfaat dari pangan yang dibuat, sehingga dapat dijadikan referensi bagi masyarakat. (bête/daw)

 

Share this...
Print this page
Print