Untuk Kepentingan Umum

Dispar Gelar Pameran Kebudayaan, Video Animasi dan Ekonomi Kreatif

7

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangsel di penghujung tahun menggelar sejumlah even yang mengangkat tema tentang kebudayaan, ekonomi kreatif dan video animasi. Bahkan, 10 film pendek diputar di CGV Mal Teras Kota yakni abror reel, cukin, iwazaki, budaya kota tangsel, pelitus, kuding, multatuli, penggalan plagen lengkong, sepasang bangunan renta, dan cikal.

Kegiatan ini penting karena mengangkat sejumlah isu tentang keberagaman, milenial, hingga kesejahteraan. Pelbagai pameran dipertunjukan dalam kegiatan yang berjudul Art Carnival Indonesia di Mal Teras Kota, Rabu (4/12). Berbagai penampilan dipertunjukkan mulai dari seni mural, tari, musik, produk usaha kecil menengah (ukm), fashion, animasi dan digital film serta parade budaya.

Sejumlah stand kopi, pakaian, game, dan lain sebagainya terlihat memenuhi lantai dasar mal yang terletak di tengah Serpong ini. Parade musik tradisional dengan pelbagai pakaian adatnya menjadi satu pemandangan unik yang hadir di mal yang mengusung konsep modern barat tersebut.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dibuat terkesima dengan kegiatan itu.  Ia pun mengapresiasi langkah awal Dispar untuk menggelorakan keberagaman budaya dan kreativitas masyarakat Tangsel. “Ini awal untuk kita melangkah, kebudayaan dan kreativitas bisa ditampilkan,” ucapnya

Untuk bisa membuat festival skala nasional dan internasional, lanjutnya, perlu konsisten dan jatuh bangun. “Saya apresiasi Dispar. Telah memulai Tangsel Art Carnival yang isinya menampilkan hasil seni, produk dan kreativitas masyarakat,” terangnya.

Sementara, Kepala Dispar Dadang Sofyan menyatakan kemajemukan budaya yang dimiliki tentunya menjadi peluang untuk pariwisata. “Kegiatan ini, menunjukan karya-karya masyarakat Tangsel dari tari, musik, mural, produk ukm, parade budaya serta perfilman dan animasi digital,” katanya.

Tak hanya soal budaya, kegiatan ini juga mengangkat film, animasi digital, yang menjadi ciri sebuah perkembangan zaman. Artinya kemajuan teknologi tidak menghilangkan adat istiadat. Maka itu, kegiatan ini menjadi sangat penting di tengah perkembangan masyarakat yang kian pesat.

“Ke depan, kami akan terus berupaya menampilkan ide, kreativitas dan budaya yang dimiliki Tangsel,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, kegiatan diawali dengan peragaan busana dari sembilan desainer. Pertunjukan tari trasdisional cunduk menur dari Banyuwangi. Carnival budaya, mural hingga nobar film animasi dan digital

Dadang menambahkan film animasi dan video digital merupakan salah satu bidang ekonomi kreatif. “Ada 10 film pendek yang akan diputar. Semuanya karya anak Tangsel,” katanya.

Pihaknya akan terus mendorong kreativitas masyarakat Tangsel untuk berkembang. Soalnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Banyak karya sineas anak Tangsel yang sudah terkenal akan kualitas kreativitasnya,” katanya.

Dadang menyatakan pemerintah berupaya menyatukan para kreator bidang seni, film, musik dan kebudayaan dalam satu kegiatan. “Jadi, kita mengumpulkan mereka dalam satu festival. Tujuannya, karya yang ditampilkan bisa menjadi daya tarik wisata,”jelasnya

“Apalagi, Tangsel memang tak memiliki objek wisata alam. Makanya, kita harus menciptakan even yang mampu menarik wisatawan,” tambahnya. (adv)

You might also like

Comments are closed.