Untuk Kepentingan Umum

Arief Klaim Biaya Pengolahan Sampah PLTSa Kota Tangerang Lebih Rendah dari Jakarta dan Solo

15

 

TANGERANG -Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menyebut, pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) belum telat diterapkan di Kota Tangerang. Hal itu disebebkan karena biaya produksi sampah ke PLTSa dinilainya mahal.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, adanya PLTSa tidak menguntungkan Pemkot. Karena, untuk memproduksi listrik Pemkot harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 320 ribu per satu tonnya. Terlebih volume sampah Kota Tangerang pertahunnya mencapai 1400 ton. “Anggaranga Rp 180 Miliar untuk mengelola sampah saja. Mendingan uangnya dibagikan ke masyarakat,” ucapnya, Minggu (8/12/2019).

 

 

Arief mengklaim, biaya pengelolaan sampah pada PLTSa di Kota Tangerang lebih murah dibandingkan Jakarta dan Solo yang mencapai Rp 500 ribu per tonnya. Pihaknya mengaku dapat menurunkan biaya tersebut dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satunya dengan menggalakkan program pemilahan sampah yang mulai dari lingkungan rumah tangga. Terlebih jenis sampah di Kota Tangerang 60 % diantaranya berjenis organik. “Saya saja dirumah belajar membuat kompos dengan memilah sampah rumah tangga sendiri. Tetbukti dapat mengurangi volume sampah,” pungkasnya.

 

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...