Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Kerugian Banjir Tangsel Capai Rp28 Miliar

Img 20200106 Wa0019
Wakil Walikota Benyamin Davnie

Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menginventarisir berbagai kerusakan fasilitas akibat banjir yang merendam di 119 titik lokasi. Disebutkan, kerugian totalnya mencapai Rp28 miliar.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedikitnya ada 18 ribu jiwa terdampak akibat banjir. Para korban terbanyak berada di Kecamatan Pondok Aren, Setu, Pamulang, Serpong Utara, Ciputat, Serpong, dan Ciputat Timur.

“Itu total bangunan masyarakat, bangunan rumah warga, jalan, tanggul yang jebol, taman maupun bangunan milik pemerintah. Total kerugiannya 28 miliar,” terangnya di Balai Kota Tangsel, Senin (6/1/2020).

Namun begitu, dikatakan Benyamin, Pemkot belum bisa memastikan nilai bantuan yang akan digelontorkan karena selama masa tanggap darurat hingga tanggal 14 Januari 2019, pihaknya masih menunggu adanya bantuan dari provinsi ataupun pemerintah pusat.

“Nanti kita lihat prioritasnya apa. Rumah warga nanti kita cek lebih dalam seperti apa, jalan, infrastruktur segala macam. Rincian dari kerugian ini apa saja. Nanti Pemkot akan berusaha sekuat mungkin membantu masyarakat,” terangnya.

Banjir di kota Tangsel sendiri telah berangsur surut sejak Kamis 2 Januari 2019 kemarin. Tercatat, ada sekira 2500 warga yang mengungsi dengan 4 korban jiwa meninggal dunia, yakni Sutrisno (14), Arfan (70), Kasiem (60), dan Teguh Taufik (37).

Banjir yang merendam sebagian besar wilayah Kota Tangsel dipicu akibat meluapnya volume air dari anak kali ataupun anak sungai. Lokasi terparah berada di Pesona Serpong, Kademangan, Setu. Di sana, air mencapai ketinggian 2 meter lebih dan nyaris mencapai atap rumah warga.

Pemkot Tangsel sendiri mengklaim telah membuka Posko banjir di sekira 31 titik lokasi. Tiap Posko berisikan personil gabungan antara BPBD, PMI, Dinkes, Satpol PP, Damkar, Dinsos, Tagana, Polri, TNI hingga Pramuka.

“Kemarin Posko ada 31 titik, jadi di Posko itu lengkap dengan dapur umum, bahan-bahannya dari Dinsos dan masyarakat sekitar yang tidak terkena dampak banjir,” ucap Benyamin. (ham/daw)

Berita Lainnya
Leave a comment