Untuk Kepentingan Umum

Pegawai Bank Keliling Adu Jotos

Hutang Piutang Jadi Pemicu

11
Img 20200107 Wa0031
Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika

Pegawai bank keliling babak belur setelah terlibat adu jotos dengan suami nasabahnya di kawasan Situ Bungur, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (7/1/2020).

Informasi yang dihimpun, mulanya pegawai bank keliling berinisial SG (21) menagih hutang yang telah jatuh tempo kepada nasabahnya seorang perempuan. Karena pertimbangan dari nasabah dan suami, nama ataupun inisial keduanya terpaksa dirahasiakan. Mereka menolak jika identitasnya dipublikasikan.

Karena tak juga membayar, lalu antara SG dan nasabah terlibat saling caci melalui chat di media sosial. Lontaran kata-kata kasar pun mencuat di antara keduanya. SG tetap ngotot, bahwa dia harus memastikan jika hutang segera dibayarkan oleh nasabahnya.

“Pengakuannya ini berawal saat pegawai bank keliling menagih hutang yang telah jatuh tempo kepada nasabahnya,” terang Kompol Endy Mahandika, Kapolsek Ciputat.

Karena tak tahan dengan cacian SG, akhirnya nasabah perempuan itu mengadu kepada sang suami. Sontak suaminya pun geram, dan mencoba menghubungi SG menanyakan maksud cacian terhadap istrinya.

“Terus perempuan ini mengadu ke suaminya. Suaminya marah, lantas mengajak pegawai bank keliling ini untuk bertemu,” imbuh Endy.

Percakapan melalui telepon itu pun berlanjut pada pertemuan di Situ Bungur, Ciputat Timur. Baik nasabah dan suaminya, maupun SG akhirnya bertemu. Tanpa basa-basi, keduanya langsung terlibat perkelahian.

“Setelah bertemu, keduanya berkelahi antara suami dari nasabah itu dengan pegawai bank keliling ini,” jelas Endy.

Warga yang menyaksikan pergumulan coba melerai, namun karena kondisi emosi yang sama-sama memuncak keduanya tetap saling baku hantam. Di saat itulah, terlihat jika SG sebenarnya menyelipkan sebilah pisau di bagian pinggang

“Ada warga yang coba melerai melihat, jika pegawai bank keliling ini membawa senjata tajam jenis pisau,” terangnya.

Tak ayal, SG lantas diamankan warga ke pos polisi terdekat. Selanjutnya dilakukan interogasi mengenai keberadaan pisau itu. SG akhirnya mengaku, bahwa pisau hanya dibuat untuk berjaga-jaga saja dan tidak digunakan untuk maksud tertentu.

“Setelah kita mintai keterangan dari kedua belah pihak, akhirnya mereka sepakat berdamai. Kalau untuk pisau itu, memang tidak digunakan, hanya dibawa saja,” tukas Endy. (ham/daw)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.