Untuk Kepentingan Umum

Bapenda Tangsel Lakukan Koordinasi Pengawasan Pajak

51

Badan Pendapatan Daerah Kota Tangsel rapat pengawasan terkait pajak daerah. Langkah ini dilakukan guna memaksimalkan pajak daerah. Adapun koordinasi tersebut dilakukan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Satpol PP, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pariwisata serta perwakilan dari tujuh kecamatan.

 

Kasi Pengawasan Pajak Wilayah II Marlina DJ Bonde menjelaskan dalam rapat yang dilaksanakan awal Maret itu, ada beberapa bahasan yang diterangkan dari masing-masing OPD. Mulai Satpol PP bicara penengakan aturan, DPMPTSP yang menjelaskan investasi dan sejenisnya ataupun kecamatan tentang dinamika di wilayah. Hasil dari pembahasan tersebut adalah mendukung adanya sosialisasi pajak daerah supaya capaian pemasukan bisa maksimal. Marlina juga menerangkan tentang sosialisasi dilakukan sebelum ada pemeriksaan pajak daerah. Hal ini agar para wajib pajak tidak bingung ketika didatangi tim pemeriksa.

“Jadi mereka sudah tahu apa yang harus dilengkapi ketika pemeriksa pajak datang. Wajib pajak sudah paham apa saja yang harus dilakukan,” katanya.

 

Marlina juga menerangkan tentang komponen PAD, seperti pajak daerah dan retribusi daerah. Kata dia, keberadaan dua komponen tersebut penting dimaksimalkan supaya ketergantungan daerah kepada pemerintah pusat (dana perimbangan) semakin berkurang. Tentu pada gilirannya daerah harus memiliki akuntabilitas yang tinggi kepada masyarakat warga kota pembayar pajak.  “Untuk itu perlunya meningkatkan peran pemerintah daerah, masyarakat,dan sektor swasta bersama-sama,” katanya.

 

Dirinya mengakui ada beberapa persoalan terkait pendapatan pajak daerah,  seperti penerimaan pajak belum optimal, database pajak daerah yang belum terintegrasi, setting tarif PDRD yang belum memadai, SDM perpajakan yang belum menjawab kebutuhan organisasi, serta kepatuhan wajib pajak yang masih rendah.

Bapenda Pajak 4

 

Menurut Marlina persoalan tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus bisa diselesaikan agar target pajak dapat tercapai. Misal dengan sering mengadakan pelatihan-pelatihan agar kapasitas petugas pajak bisa makin meningkat. Kemudian juga memperbaiki database pajak yang sepenuhnya belum optimal. Nah, ini menjadi tantangan tersendiri agar capaian pajak bisa makin baik.

 

Sementara itu Kabid Pemeriksaan Pajak Bapenda Tangsel Cahyadi menerangkan sosialisasi harus terus dilakukan agar wajib pajak bisa taat. Menurutnya hal ini diperlukan lantaran pemungutan pajak juga belum sepenuhnya maksimal. Maka itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dari petugas pajak harus terus ditingkatkan. Ke depannya agar pemasukan bisa semakin baik. Meski kata dia, dengan personel yang dimiliki serta beberapa strategi kini tengah dijalankan hasilnya bakal maksimal. Apalagi jika melihat trend penerimaan pajak yang kian bagus dari bulan per bulan. (adv)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...