Untuk Kepentingan Umum

Sikap Camat Pinang Bikin Warga Kecewa

23

 

TANGERANG – Insiden kericuhan yang terjadi di depan halaman Kantor Kecamatan Pinang pada Jumat (7/8/2020) disorot berbagai pihak. Salah satunya dari warga dan kuasa hukum para pemilik lahan yang kecewa akan perlakuan Pemkot Tangerang.

 

Tokoh Pemuda Kelurahan Kunciran, Andi  Aferia Ambrani mengatakan, pihaknya kecewa atas perlakuan Pemkot Tangerang yang tidak memihak kepada masyarakat. “Saya mewakili keluarga besar hanya ingin membantu masyarakat yang tidak mampu akan prosedur hukum yang tidak pasti  dan merugikan masyarkat,” ucapnya Jumat (7/8/2020).

 

Menurutnya, insiden tersebut bukan berasal dari kelompok ormas. Dimana pihak Darmawan diduga menggunakan pihak ketiga untuk melakukan eksekusi lahan. “Setahu saya (Untuk eksekusi lahan-rerd) harus ada tim eksekusi dari pengadilan, harus ada tembusan bagi yang tereksekusi,” ucapnya.

 

Andi mengatakan, sebelum peristiwa tersebut dirinya sempat meminta kepada Pemkot Tangerang Polisi, dan TNI untuk menghalau kegiatan eksekusi tersebut “Warga geram oleh pihak Darmawan. Logika saya kalau mengatasnamankan huhum SPHnya mana?. Kalau berdasarkan milik perusahaan Belanda, tolong kepemilikan haknya apa. Jadi saya minta kepada pihak Darmawan jangan lagi meresahkan masyarakat di Kelurahan Kunciran,” harapnya.

 

Selain itu, dirinya juga meminta Pemkot Tangerang memberikan sanksi tegas kepada Camat Pinang Kaonang. “Saya minta tolong kepada Pemkot dan pihak Legislatif untuk memberikan efek jera. Tolong camatnya ditegur,” tegasnya.

 

 

Kuasa Hukum, PT Tangerang Mantra Realestate Ibnu Ali Tindri menjelaskan, kami menolak eksekusi Pengadilan Negeri Tangerang 120/PEN.EKS/2020/PN.TNG. “Klien kami bukan pihak dalam perkara. Perkara tersebut hanya mengajukan Darmwaan. Kami merasa sangat keberatan,” pungkasnya.

 

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...