Untuk Kepentingan Umum

Pendapatannya Menurun, BPUM Diharapkan Pelaku UMKM Tangsel Bantu Perbaikan Usaha

13

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengharapkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dapat memperbaiki usahanya.

Hal itu lantaran di masa pandemi Covid 19 banyak usaha yang pendapatanya turun.

Salah seorang pelaku usaha di Tangsel Iin mengatakan, bantuan pemerintah senilai Rp 2,4 juta tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki usaha salon kecantikan yang sudah dijalankan beberapa tahun lalu.

“Sebenernya nilai tersebut kurang sih. Karena untuk memperbaiki roda usaha di tengah pandemi ini kan, kita butuh strategi-strategi guna meningkatkan penjualan. Promosi-promosi, pembelian bahan baku, alat dan sebagainya,”kata Iin saat ditemui di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Tangsel, Rabu (21/10/2020).

Iin mengaku, di masa pandemi ini pendapatan usahannya menurun drastis.

Untuk itu, dia menambahkan, dirinya mendatangi Dinas Koperasi dan UMKM Tangsel untuk menanyakan prihal BPUM tersebut.

“Pendapatan turun drastis mas. Ini kan karena daya beli masyarakatnya juga turun. Jadi berdampak ke usaha saya. Makanya saya datang ke Dinas Koperasi dan UMKM, untuk mendapatkan pencerahan soal BPUM tersebut,” pungkas Iin.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Tangsel Dahlia Nadeak mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengakomodir sekira 25 ribu pelaku UMKM pada periode pertama BPUM yang telah diserahkan ke Kementerian Koperasi.

“Saat ini ada sekira 25 ribu pelaku UMKM yang sudah kita akomodir dan kita serahkan ke Kementerian Koperasi, untuk diteruskan ke Menteri Keuangan. Mudah-mudahan, dengan adanya BPUM, kita bisa membantu pelaku-pelaku usaha, agar bangkit ditengah pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Selain itu, Dahlia mengaku pihaknya juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM di Tangsel, dengan memberika stimulan bahan baku, agar para pelaku usaha tetap bertahan di tengah situasi sulit seperti saat ini.

“Kita juga ada pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha. Terlebih kepada pelaku usaha yang ‘mati suri’, agar mereka bisa tetap bertahan ditengah pandemi. Selain pelatihan-pelatihan, kita juga memberikan stimulan modal usaha, berbentuk barang, untuk mereka berjualan,” tandasnya. (ari)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...