Untuk Kepentingan Umum

Azizah Maju di Tangsel, Istana: Wapres Merestui

184

Pilkada Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu kontestasi politik yang menjadi sorotan publik. Salah satu pemicunya adalah karena terdapat keluarga istana yang menjadi kandidatnya, yakni putri Wapres RI yang bernama Hj. Siti Nurazizah. Mantan ASN Kementerian Agama ini berpasangan dengan politisi PKS, Ruhamaben.

 

Pasangan ini mendapatkan dukungan 17 kursi parlemen dari 3 parpol, diantaranya Partai Keadilan Sejahtera (8 kursi), Partai Demokrat (5 kursi), dan Partai Kebangkitan Bangsa (4 kursi). Belakangan, partai non-parlemen, PKP Indonesia ikut bergabung mendukung Azizah-Ruhama.

 

Lalu apa saja bentuk dukungan yang diberikan Abah, sapaan Wapres KH. Ma’ruf Amin terkait majunya sang anak?.

 

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi, Masduki Baidowi mengatakan, Abah memberi restu kepada Azizah maju dalam pilkada Kota Tangsel. Namun, soal dukung-mendukung itu tidak diperkenankan karena adanya aturan aparatur negara tidak boleh terlibat dalam pilkada.

 

“Bu Azizah maju pilkada ya pasti direstui-lah. Kalau mendukung secara terbuka dengan terlibat proses pemenangan, jelas tidak boleh. Ada aturan yang membatasi soal itu. Terjun ke dunia politik itu adalah hak bu Azizah. Tidak ada yang melarang, termasuk Abah. Apalagi ia punya kapasitas untuk menjadi sosok pemimpin,” katanya, saat dihubungi kemarin.

 

Baidowi menegaskan, selama proses kampanye tidak ada campur tangan istana, termasuk di Kota Tangsel. Pihaknya mengungkapkan akan bersikap netral dan berada di semua golongan. Walaupun ada putri Wapres nyalon tidak lantas kami ikut membangun dukungan. Dalam situasi ini, azas netralitas harus dikedepankan.

 

Ketika disinggung apakah Abah akan ikut turun gunung seperti yang dilakukan sejumlah elite politik lainnya, Baidowo mengungkapkan, Wapres tidak akan terlibat proses itu. Memberi dukungan saja tidak boleh apalagi hingga turun gunung untuk berkampanye.

 

“Elite politik yang melakukan kampanye itu kan tidak masuk dalam struktur pemerintahan. Jadi sah-sah saja. Kalau Wapres melakukan kampanye, itu tidak mungkin. Tegas ya, Abah tidak ikut-ikutan. Sebagai Wapres, beliau berada di semua golongan. Tapi sebagai orangtua, jelas beliau merestui dan mendoakan agar proses yang sedang dijalani putrinya bisa berjalan lancar dan sesuai harapan, ” ungkapnya.

 

Seperti diketahui Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 memang cukup menarik. Selain nama-nama beken yang ikut bertarung baik sebagai calon Gubernur, Walikota dan Bupati, nama juru kampanye (jurkam) pun menjadi sorotan. Terdapat sejumlah nama besar yang masuk sebagai tim pemenangan di pilkada di sejumlah daerah di Indonesia. (rls)

Golkar Kota Tangerang
You might also like
Loading...