Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ini yang Dilakukan Walikota Airin Dalam Mengatasi Pandemi

Pandemi Covid19 yang terjadi sejak awal tahun ini rupanya memukul semua sektor. Dari otomotif, infrastruktur, properti dan lain sebagainya. Kondisi tersebut hampir terjadi di seluruh daerah. Tak terkecuali di Kota Tangsel. Daerah penyangga ibukota ini juga terpukul akibat virus yang awal pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina tersebut.

Pemkot Tangsel tak tinggal diam. Sejumlah upaya dilakukan agar covid19 bisa diatasi namun sektor ekonomi juga bisa berjalan. Sehingga masyarakat tidak begitu terpukul gara-gara virus tersebut. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah dengan mensosialisasikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Gerakan tersebut sesuai dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang memang sudah sedari awal diterapkan.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, dampak penerapan PSBB yang cukup panjang adalah tingginya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia bilang persentasenya di atas 70 persen. Angka tersebut terhitung baik karena masyarakat telah memiliki kesadaran dalam menghadapi covid19.

“Saya rasa kalau bicara disiplin menjalankan protokil kesehatan, ya sudah cukup baik. Bisa dibilang bagus. Ini merupakan hasil dari kebijakan yang telah kita jalankan. PSBB saya rasa berjalan dengan sukses,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kesadaran tersebut bisa terlihat dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Seperti masker dan face shield pada saat beraktivitas di luar rumah atau ruangan. Contoh itu, kata Airin, menjadi bukti kalau arahan pemerintah telah dijalankan masyarakat. Bisa dikatakan penggunaan masker dan face shield sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Maka itu, PSBB diperpanjang hingga akhir bulan ini.

”Harapan kita ya, kesadaran masyarakat bisa di atas 85 persen. Sosialisasi protokol kesehatan terus digalakkan,” imbuhnya

Meski begitu, dirinya menilai tetap perlu ada evaluasi dalam penanganan pandemi. Tidak boleh puas dengan apa yang sudah dilakukan. Misalnya pelaksanaan PSBB bisa diterapkan dari tingkat masyarakat paling rendah. Caranya dengan menyiapkan  gugus tugas tingkat RT dan RW. Langkah ini kata Airin cukup efektif karena melibatkan struktur organisasi paling bawah. Jadi penerapannya bisa lebih maksimal lagi.

“Saya yakin kok, kalau memang bisa langsung dieksekusi pembentukan gugus tugas sampai RT dapat langsung kelihatan hasilnya. Tinggal bagaimana kebijakan itu bisa langsung diimplementasikan. Makanya saya minta gugus tugas dapat langsung membuat gugus tugas itu,” imbuhnya. (adv)

Berita Lainnya
Leave a comment