Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

PJJ Bikin Para Guru Galau

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang digelar selama pandemi Covid 19 membuat para Tenaga Pendidik mencari metode belajar yang mudah diterima oleh siswa.

 

Pasalnya, pada mata pelajaran tertentu jangankan disampaikan secara daring, pada saat pembelajaran tatap muka pun sulit diterima para peserta didik.

 

 

“Siswa kalau mendapatkan pembelajaran, terutama matematika, saat tatap muka saja guru bingung menyampaikan bagaimana materi ini sampai dan masuk ke otak siswa, apalagi PJJ. Siswa sulit memahami materi, jadi guru harus berpikir lebih,” kata Asli Maryuli, Kepala SDN Pondok Jagung 04 Kota Tangsel, seperti ditulis, Minggu (15/8).

 

Pembelajaran secara daring, kata Yuli dirasa menjenuhkan bagi peserta didik. Apalagi jika orang tua tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi juga menjadi kesulitan saat mendampingi anaknya dalam PJJ.

 

“Kalau kelas 1 kelas 2 masih bisa orang tua dampingi dan ajarkan, kalau kelas 5 dan 6 pelajaran udah tinggi. Misalkan orang tua yang berpendidikan rendah belum tentu bisa, yang tinggi juga belum tentu. Apalagi kita tahu, ada beberapa orang tua yang meninggal karena Covid-19. Tentu itu menjadi kendala, dalam pembelajaran secara daring,” ungkapnya.

 

Dari kondisi saat ini, Yuli menuturkan, sekolah menuntut tenaga pendidik untuk berinovasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Metode-metode pembelajaran juga, kata dia, harus disesuaikan dengan kondisi saat ini, agar materi pelajaran dapat mudah diterima peserta didik.

 

“Kita harus berinovasi, harus ada perubahan. Metode harus ditambah jangan gitu-gitu aja. Alhamdulillah, disini gurunya pakai metode pembelajarannya kita pakai zoom meeting tampilkan video pembelajaran yang modern. Yang jelas guru-guru disini hampir semua memakai aplikasi. Tapi ya begitu, kuotanya cepat habis, kalau zoom meeting kan lebih dari satu jam, nyedot kuota terlalu banyak,” pungkasnya. (ari)

Berita Lainnya
Leave a comment