Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

DPMP3KB Tangsel Sebut PJJ Berpotensi Picu Kekerasan Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Khairati mengatakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berpotensi memicu kekerasan terhadap anak.

 

Sebab, kata dia, pembelajaran yang dilakukan dari rumah tersebut membuat pertemuan keluarga meningkat dan juga mengharuskan orang tua membantu belajar anak, meskipun dalam keterbatasan.

 

“Yah, karena ibu dan bapak lebih sering ketemu, dengan berbagai macam perilaku, namanya anak kecil yah ada yang di suka dan juga ada engga. Semakin kita sering ketemu stress nya semakin meningkat dan itu memicu. Terus tidak terbiasa mengajari anak, tidak mengerti pelajarannya, apa lagi keterbatasan,” kata Khairati saat ditemui ditemui di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Senin (23/8/2021).

 

Guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, Khairati menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA).

 

Hal itu, kata dia, bertujuan agar setiap pasangan mendapatkan konseling, tentang bagaimana mengurus keluarga dan anak.

 

“Kami sekarang sudah bekerja sama dengan KUA, untuk setiap pasangan konseling bagaimana mengurus keluarga bagaimana mengurus anak,” tuturnya.

 

Kendati begitu, terkait percepatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Khairati mengatakan, tetap harus mempertimbangkan sisi kesehatan, jangan sampai PTM tersebut lebih banyak kerugiannya.

 

“Oh kita juga enggak bisa lihat dari sisi itu, kita juga harus lihat dari segi kesehatannya, kalo mudoratnya di khawatir kan lebih tinggi ya di pertimbangkan. Jadi ini, saya rasa kondisi di pandemi berkurang terus vaksinasi tinggi. Saya rasa bisa itu (PTM-red) akan mengurangi stres anak maupun orang tua,” pungkasnya. (ari)

Berita Lainnya
Leave a comment