Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Kadin Minta Pemkot Tangsel Dukung Pengusaha Lokal

Kelompok Pengusaha Kota Tangsel mendukung upaya Pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Hal itu diungkapkan saat diskusi panel Presidium Asosiasi Pengusaha Kota Tangsel, Rabu (25/8/2021).

Pada diskusi bertajuk Keberpihakan Pemerintah Daerah Dalam Memperdayakan Pengusaha Lokal Untuk Pemulihan Ekonomi Tangsel di Era Pandemi Covid 19, Ketua Kamar Dagang dan Industri Paradigma Baru (Kadin PB) Mizz Parhadiba mengatakan, sejauh ini program yang dijalankan pemerintah sudah cukup efektif. Meskipun persentasenya yang didapat masih kecil.

“Efektif, walaupun kecil yah. Tapi keinginan pemerintah pusat kan tidak berjalan tumbuh dengan baik, akhirnya capaiannya cuman sedikit. Untuk itu kadin membantu agar pertumbuhan ekonomi meningkat biar bisa sesuai keinginan dari Pemerintah Pusat,” kata Mizz, seperti ditulis, Kamis (26/8/2021).

Dalam program PEN yang digaungkan Pemerintah, menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi ujung tombak yang memiliki potensi besar, lantaran berada di tataran masyarakat.

Oleh sebab itu, wanita yang akrab disapa Mizz ini mengingatkan Pemkot Tangsel untuk memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Pemkot harusnya mengadakan program peningkatan SDM, atau bantuan ekonomi yang lain, seperti bantuan dari pemerintah pusat, dari kementerian banyak sekali lah.
Terus juga memberi pinjaman dengan harga yang murah bekerjasama dengan sektor bank, pinjaman 2% dipermudah. mungkin itu salah satunya untuk membantu UMKM,” ungkap Mizz.

Di lokasi yang sama, Ketua Kadin Kota Tangsel, Moch Fauzi Siregar, mengatakan, guna pemulihan perekonomian nasional, pemerintah seharusnya memberikan porsi yang sama kepada pengusaha.

Padahal, kata dia, Kota Tangsel memiliki banyak pengusaha berkompeten.

“Sesuai dengan masukan teman-teman dari beberapa asosiasi khususnya konstruksi, mereka mengatakan seolah-olah ini agak terkotak-kotak, tidak merata. Kita tanya kenapa, karena alasannya memang pandemi perencanaannya semua terganggu,” tuturnya.

“Tangsel ini memiliki pengusaha multinasional tapi kan sekarang kita bicara tentang kapasitas pengusaha kecil kita mereka yang hanya bergantung pada paket kecil yang sifatnya PL (penunjukan langsung, red),” pungkasnya. (ari)

Berita Lainnya
Leave a comment