Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Selama Pandemi,18.200 Warga Lakukan Pencairan di BPJS Ketenagakerjaan Tangsel

Sebanyak 18200 warga tercatat melakukan pencairan (Klaim) saldo  di kantor Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Tangsel. Jumlah tersebut tercatat selama Pandemi Covid 19 melanda.

Asep Rahmat Suwandha, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, belasan ribu warga yang melakukan pencairan saldo terdiri dari orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan juga meninggal dunia.

“Kalau klaim, di Tangsel sendiri untuk Jaminan Hari Tua (JHT) 17.500, itu baru JHT karena PHK. Ada juga yang meninggal di Tangsel  kalau tidak salah ada 700,” kata Asep saat ditemui di usai menggelar vaksin, di Kota Tangsel, Selasa (31/8/2021).

Kepada peserta BPJS yang mengklaim saldo akibat meninggal dunia, Asep menuturkan, pihaknya juga memberikan santunan tunai kepada ahli waris sebesar Rp42 juta.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada dua anak ahli waris maksimal sebesar Rp174 juta.

“Itu yang diberi manfaat kepada pekerja-pekerja yang kemudian mendapatkan resiko, baik itu kecelakaan kerja maupun kematian,” tuturnya.

Saat ini, Asep mengungkapkan, pihaknya menargetkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), petani, marbot dan juga profesi sejenis lainnya.

Hal itu, kata dia, agar para peserta tersebut mendapatkan perlindungan dari negara berupa keselamatan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian, dan manfaat lainnya.

“Untuk iurannya, penerima upah dari presentasi upahnya. Tetapi kalau UMKM, petani, marbot segala macem iurannya 16.800 perbulan, jadi itu yang menjadi target kita sekarang,” pungkasnya. (ari)

Berita Lainnya
Leave a comment