Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Cerita Keluarga Korban Terbakarnya Lapas, Malamnya Masih Teleponan, Pagi Sudah Gosong

Cerita memilukan dari terbakarnya Lapas Tangerang, Rabu (8/9) pagi lalu, menyiratkan kesedihan yang mendalam. Mulai hubungan napi dengan orangtua, komunikasi terakhir napi dengan keluarga, hingga pertemuan yang belum terlaksana.

Salah satunya adalah Nursin. Ia merupakan ayah dari Reskil Khaerul, napi yang tewas terpanggang. Beberapa jam sebelum insiden itu, Reskil menghubunginya. Perbincangan antara anak dan ayah itu berlangsung hangat seperti biasa. Tetapi siapa sangka itu jadi perbincangan terakhir mereka.

Nursin menceritakan komunikasi terakhir bersama putra pertamanya itu. “Terakhir ketemu, semalem masih telponan jam sembilan malem. Makanya gak masuk akal. Ya, ngobrol-ngobrol biasa, kebetulan keponakan ada yang kangen,” katanya, kemarin.

Saat tengah bercerita itu, wajah bapak paruh baya ini tampak mengalami duka mendalam. Sorot matanya tampak merah dan air mata tertahan tumpah. Teleponan dari penjara kerap dilakukan Reskil jika kangen dengan keluarganya.

Setiap kali menelpon video call, Reskil memang berada di kamar dalam penjara. Dari video call itu juga, Nursin melihat, kamar tempat anaknya di penjara itu berukuran kecil dan diisi banyak narapidana narkoba.

“Memang saya juga ada firasat, 2-3 hari terakhir. Saya merasa dia hilang. Ya, hilang begitu saja,” sambungnya.

Selama perbincangan itu, Nursin mengaku anaknya tidak pernah mengeluh. Dia juga tidak pernah menceritakan situasi di dalam penjara. Namun, dia dapat mengetahuinya dari video call situasi di dalam kamar itu.

“Tidak pernah cerita kondisi di lapas, tidak pernah. Cuma memang di dalam itu banyak. Termasuk rame lah. Banyak ketawa-ketawa, cengengesan. Semalem nelpon minta pulsa. Lama juga, hampir hampir 1 jam,” tukasnya.

Informasi korban tewas yang tersebar, Riskil Khaerul ada dalam urutan ke-38. Tertulis namanya Rezkil Khairi bin Nursin. Ia sudah menjalani masa hukuman 2 tahun penjara. (rls)

Berita Lainnya
Leave a comment