Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Laporan Belum Juga Ditindaklanjuti, Keluarga Kartika Mau Ngadep Kapolri

Keluarga korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) meminta aparat penegak hukum Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel memproses laporan terkait dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bernomor LP 545/K/V/2020/SPKT/Res Tangsel tanggal 21 Mei 2020.

Kuasa hukum sekaligus pihak keluarga Kartika Mega Wardhani, Parikesit berharap kliennya mendapatkan keadilan atas perkara yang menimpa pada Rabu 20 Mei 2020 lalu.

Hingga kini pihaknya belum juga mendapatkan kejelasan atas kasus tersebut dari aparat penegak hukum terkait.

“Kami mengecam keras peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi pada tanggal 20 Mei 2020 yang diduga dilakukan oleh Saudara Ahmed Ahmed Khowaisat warga Negara Mesir,” kata Parikesit dalam keterangan tertulis, kemarin.

Kasus yang dialami oleh kerabatnya tersebut berjalan lambat. Bahkan, aparat penegak hukum disinyalir tidak transparan terhadap perkara yang dihadapi kerabatnya.

Dengan begitu, pria yang diketahui masih kerabat dekat Ndalem Keraton Yogyakarta, itu mengaku tengah meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo segera menindak kasus yang menimpa kerabatnya.

Parikesit berharap, Kapolri memproses perkara kerabatnya secara transparan dan akuntabel.

“Kami meminta Kapolri, Bapak Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera menindak dan melakukan proses hukum secara transparan dan akuntabel,” terang Parikesit. Kami juga meminta terduga pelaku diproses secara hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Sampai hari ini belum ada kejelasan proses hukumya, hampir 1,5 tahun,” ujarnya.

Selain kepada Kapolri, pihak keluarga pun akan membuat laporan kepada Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Hal itu dilakukan lantaran APH dianggap lambat dan membiarkan perkara KDRT tersebut.

“Kami berharap mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, atas kasus yang menimpa Kartika Mega Wardhani,” pungkasnya.

Sayangnya  Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, Ryan Anugrah belum bisa dihubungi. Komunikasi via WhatsAap tidak dijawabnya. Begitu juga dengan Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin saat dikonfirmasi wartawan belum memberikan tanggapan. (rls)

Berita Lainnya
Leave a comment