Untuk Kepentingan Umum

Eksploitasi Anak Bakal Dipenjara 10 Tahun

Dua anak di bawah umur, akhir pekan lalu, ikut terjaring razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) oleh Satpol PP, lantaran diajak mengemis di wilayah kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Tri Purwanto langsung memanggil orangtua kandung sang anak yang tinggal di Poris, Kota Tangerang.

Dari keterangan orang tua, Tri mengatakan, dua bocah kakak dan adik berumur 7 tahun dan 4 tahun itu sengaja disewakan orang tuanya dengan alasan terhimpit ekonomi. Padahal, menurut Tri, meskipun mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi orang tua anak tersebut tinggal di sebuah kontrakan kelas menengah, sehingga pihaknya mencurigai adanya sindikasi eksploitasi anak pada kasus itu.

“Orang tuanya KTP Tangsel, tapi tinggal di Poris Tangerang kota. Kontrakannya yang kita lihat sih istilahnya rata rata menengah ya, jadi enggak terlalu miskin miskin banget. Makanya saya juga apakah ini ada semacam sindikat,” kata Tri kepada Wartawan, ditulis Rabu (10/11/2021).

Kemudian, Tri mengungkapkan, dari hasil penyewaan itu, orang tua anak mengaku mendapat imbalan sebesar Rp 50 hingga Rp 100 ribu per hari. Tindakan itu, melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, lantaran mengeksploitasi anak dengan  penyalahgunaan tenaga anak yang dimanfaatkan fisik dan tenaganya untuk bekerja demi keuntungan orang lain.

“Sudah termasuk (eksploitasi-red), karena ternyata yang bawa ini menyewa anak, jadi dia menyewa dari orang tuanya gitu loh, itu orang tuanya dapet pengahasilan sehari bisa 50-100 ribu dari jam 9 pagi sampai 9 malam,” tuturnya.

Tri menuturkan, saat ini pihaknya tidak menjerat sanksi pidana kepada orang tua anak tersebut. Hal itu, kata dia, lantaran pihaknya bersama Satpol PP masih mensosialisasikan tentang UU Perlindungan anak.

Kendati begitu, Dia menegaskan, jika lewat masa sosialisasi masih didapati adanya eksploitasi anak, pihaknya akan menjerat orang-orang yang mencari keuntungan sepihak dari seorang anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Untuk saat ini orang tuanya kita berikan pembekalan  pengarahan sosialisasi tentang UU Perlindungan Anak, karena ini kan baru sebatas sosialisasi dulu nih seminggu kedepan, Satpol-PP juga sosialisasi seminggu kedepan. Tapi seminggu kemudian kalau masih ada melakukan seperti itu lagi ya kita tindak secara pidana gitu orang tuanya ataupun orang yang menyewakan anak ini untuk ngamen lah istilahnya;” pungkasnya. (ari)

 

Berita Lainnya
Leave a comment