Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Banyak Warganya Buang Kotoran ke Empang, Pemkot Tangsel Bangun 1800 Septic Tank

Banyak Warganya Buang Kotoran ke Empang, Pemkot Tangsel Bangun 1800 Septic Tank

img 20230307 wa00051678169425054
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Sekretaris DCKTR Hadi Widodo dan Camat Ciputat Mamat saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Septic Tank

RESPUBLIKA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel membangun 1800 titik septic tank.

 

Pembangunan ribuan tanki kotoran itu guna membantu kesehatan warga, lantaran selama ini masih Buang Air Besar (BAB) ke empang.

 

“Masyarakat yang masih buang air besar sembarangan, dan di sini tinjanya itu buang airnya ke empang,” kata Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie di Jombang, Ciputat, Selasa (7/3/2023).

Ramadan 2026, SMSI Tangsel Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

 

Pembangunan septic tank itu, Benyamin menuturkan, menelan anggaran Rp16 hingga 20 juta pertitiknya dengan daya tampung 800 liter.

 

“Septic tank itu mampu menampung 800 liter, kemudian juga di dalam tangki itu dibuat oleh produsen di dalamnya sudah ada filter, sistem untuk mengolah air tinjanya. Nanti itu airnya di buang ke sumur resapan di sebelahnya, seperti itu mekanismenya,” tuturnya.

 

Ramadan 2026, Pegiat Keagamaan di Tangsel Dapat Insentif 500 Ribu

Saat ini, Benyamin mengungkapkan, Kecamatan Setu masih mendominasi BAB sembarangan, meskipun ketidaktersediaan septic tank terjadi hampir di seluruh kecamatan yang ada di wilayahnya.

 

“Saya berharap bahwa masyarakat bisa mengikuti program ini, melalui RT/RW kemudian kelurahan, silahkan mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan layanan pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” tutupnya.

 

Di lokasi yang sama, Camat Ciputat, Kota Tangsel, Mamat mengungkapkan, di tahun 2023 pihaknya mengusulkan 16 titik pembanguan septic tank.

Tangsel Bidik Perubahan Perilaku Warga, Strategi Hulu Jadi Kunci Atasi Sampah

 

Kata dia, belasan titik itu terbagi 9 Kelurahan Jombang, 5 Sawah Baru dan 2 di Kelurahan Sawah Lama.

 

“Di wilayah saya ada 9 titik, satu hari ini sudah dibangun. Tinggal 15 titik lagi, dan yang 2  di Sawah Lama titiknya di pinggir rel kereta, jadi kita harus izin dulu ke Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA),” pungkasnya. (Ari)

 

Loading...
×
×