Kota Tangerang
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangerang / Dewan Minta Pengembang Buka Akses Jalan Warga

Dewan Minta Pengembang Buka Akses Jalan Warga

Img 20200930 Wa0052

 

 

TANGERANG – Ditutupnya akses jalan menuju tempat pemakaman dan sejumlah akses jalan warga di kampung Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang oleh pengembang membuat DPRD Kota Tangerang geram.

 

Tim anggota legislatif yang dikomandoi  Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo itu pun, Rabu (30/9/2020) turun kelapangan memeriksa masalah tersebut.

Disperkimtan Kota Tangerang Gandeng HAPI Beri Pelatihan Teknis Baja Ringan untuk Pekerja Konstruksi

 

 

 

Saat ke lokasi tersebut, para wakil rakyat juga berencana mengundang perwakilan pengembang Summarecon untuk mediasi. Namun, perwakilan pengembang Summarecon tidak hadir.

 

Selidiki Dugaan Perundungan Siswa SMPN 19 Tangsel, Polisi Periksa 4 Saksi

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo menyayangkan ketidakhadiran perwakilan pengembang Summarecon dalam undangan mediasi dengan DPRD itu.

 

“Mereka tidak hadir. Tapi tetap kami akan berikan undangan lanjutan,” katanya.

 

Menurutnya, berdasarkan hasil kunjungannya ke lokasi, akses jalan warga hanya dapat dilintasi seunit mobil.

Remaja Terseret Arus Cisadane Ditemukan Meninggal Dunia

 

Dia menyebut, kondisi itu sangat mengkhawatirkan. Sebab, jika terjadi insiden, terutama kebakaran, mobil damkar sulit melintas.

 

“Akses pemakaman juga ditutup. Imbas penutupan ini, warga harus memutar jauh untuk bisa datang ke pemakaman,” ujarnya.

 

Menurutnya, ada empat titik akses warga yang harus dibuka Summarecon untuk kepentingan warga.

 

“Walau ini tanah Summarecon, tapi tolonglah untuk mempertimbangkan akses jalan warga. Karena memang ini kebutuhan orang banyak,” katanya.

 

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menambahkan selama pengembang Summarecon belum memanfaatkan asetnya lebih baik akses jalan tetap dibuka untuk dilintasi warga.

 

Menurutnya, warga telah berkomitmen untuk tidak merebut atau mengambil alih aset itu. Warga hanya ingin akses jalan dibuka demi kepentingan orang banyak.

 

“Jadi, itu kita tidak merebut aset. Karena warga dari awal sudah komitmen untuk tidak mengambil alih. Selama Summarecon tidak menggunakan aset ini, aset jalan tolong dibuka,” jelasnya.

 

Sekadar diketahui, DPRD Kota Tangerang telah dua kali datang kelokasi tersebut untuk memeduasi warga dengan pengembang.

Loading...
×
×