Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Harga Kedelai Meroket, Omset Perajin Tahu Tempe Anjlok

Harga Kedelai Meroket, Omset Perajin Tahu Tempe Anjlok

Img 20210104 Wa0005

Pengrajin tahu tempe di Kota Tangsel mengeluhkan tingginya harga kedelai.

 

Meroketnya harga tersebut membuat omset para pembuat olehan kedelai anjlok hingga 40 persen.

 

“Gara-gara kedelai naik, biasa dapat Rp50 ribu ini tipis cuma Rp30 ribu,” kata salah seorang perajin tahu tempe di Pakualam, Serpong Utara, Tangsel, Nana kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Demokrat Tangsel Bagikan 1000 Paket Lebaran

 

Nana mengungkapkan, harga kedelai di pasaran yang semula Rp7.200 per kilogram, saat ini naik Rp.9000.

Hal itu kata dia, sangat mencekik pengrajin tahu tempe seperti dirinya.

 

Kendati begitu, Nana mengaku sangat berat untuk menaikan harga tahu tempe yang dijualnya.

Antisipasi Mobilitas Warga, Dinkes Tangsel Pastikan Layanan Kesehatan Optimal Selama Lebaran

 

“Kalau naikin harga tempe gak mungkin lah berat. Tapi tahu kita naik 1000. Setiap hari kita sebagai perajin ya bisa 20 kilo buat jadi kedelai naik ya pengaruh banget, berasa bener,” ungkapnya.

 

Dari kenaikan harga tersebut, Nana berharap pemerintah dapat memproduksi kedelai di negeri sendiri, agar dapat mengkontrol harga bahan mentah pembuatan tahu tempe tersebut.

 

Jelang Mudik Lebaran, Tempat Penitipan Kucing di Ciputat Kebanjiran Titipan

“Harapannya untuk pemerintah sebisa mungkin kedelai produksi sendiri lah dalam negeri, jangan import-import. Masa kita kalah sama Thailand,” pungkasnya. (ari)

Loading...
×
×