Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Kebutuhan Pemulasaran Tinggi, Disperkimta Tangsel Kehabisan Stok Kantong dan Peti Jenazah

Kebutuhan Pemulasaran Tinggi, Disperkimta Tangsel Kehabisan Stok Kantong dan Peti Jenazah

img 20210705 wa0020

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel kehabisan stok kantong dan peti jenazah.

 

Habisnya stok kebutuhan pemulasaran tersebut lantaran tingginya angka kematian di masa Pandemi Covid 19 seperti saat ini.

 

“Iya sekarang lagi kosong (peti dan kantong jenazah-red),” kata Kepala Seksie Pemakaman Disperkimta Tangsel Nazmudin saat dihubungi, Senin (5/7/2021).

Ramadan 2026, SMSI Tangsel Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

 

Saat pandemi ini, Nazmudin menuturkan, kebutuhan kantong jenazah per hari mencapai 50pcs. Untuk menyikapi kosongnya kebutuhan perlengkapan pemulasaran itu, kata dia, pihaknya telah memesannya dari Kabupaten Serang, Banten.

 

“Kebutuhan kita rata-rata per hari 50 kantung jenazah dan peti. Sekarang ini kita udah order ke Cikande, Kabupaten Serang. Mudah-mudahan cepat diantar,” ujarnya.

 

Ramadan 2026, Pegiat Keagamaan di Tangsel Dapat Insentif 500 Ribu

 

Sementara, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku telah berkomunikasi secara intensif dengan penyedia kantong dan peti jenazah dalam pemenuhan kebutuhan pemulasaran di wilayahnya.

 

Kata dia, pihaknya telah menyiapkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19.

 

Tangsel Bidik Perubahan Perilaku Warga, Strategi Hulu Jadi Kunci Atasi Sampah

“Peti mati dan kantung jenazah kita kerjasama dengan penyedia secara intensif, pokoknya pasti kami bayar. Kita menyiapkan anggaran BTT untuk menangani Covid 19,” katanya.

 

Kemudian, pria yang akrab disapa Bang Ben ini menuturkan, guna memenuhi kebutuhan penanganan Covid, pihaknya juga akan menggunakan sejumlah kendaraan dari dinas yang akan dialihfungsikan menjadi ambulance.

 

“Kita juga akan menambah mobil-mobil untuk kita alih fungsi jadi ambulance, Luxio dan Hiace.

Ada dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dua unit, Dinas Pariwisata satu unit. Total kurang lebih enam unit mobil untuk dialihfungsikan,” pungkasnya. (ari)

Loading...
×
×