Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Lama Manfaatkan Kebun dan Empang, Warga Kranggan Semringah Dibangunkan Septic Tank

Lama Manfaatkan Kebun dan Empang, Warga Kranggan Semringah Dibangunkan Septic Tank

img 20240807 wa0010
Lama Manfaatkan Kebun dan Empang, Warga Kranggan Semringah Dibangunkan Septic Tank

RESPUBLIKA.ID – Seorang warga Kelurahan Kranggan, Setu Kota Tangsel, Sumanta mengaku semringah lantaran telah dibangunkan septic tank oleh Pemerintah. 

 

Tempat pembuangan tinja yang sebelumnya memanfaatkan lahan kosong kini telah berubah menjadi tangki septik yang layak dan sesuai standar kesehatan. 

 

“Perasaannya seneng banget, yang tadinya buangnya berantakan lah, sekarang jadi rapih, saya sangat berterimakasih sekali atas pembangunan ini,” kata Sumanta, Rabu 7 Agustus 2024.

Bekali Pelaku UMKM Strategi Digital Dosen Ilkom Unpam Beberkan Triknya

 

Sebelum dibuatkan Septic Tank, Sumanta mengaku kotoran dari BAB meluncur langsung dari kloset ke empang. 

Bahkan, di wilayahnya itu masih ada yang BAB sembarangan di kebun. 

 

“Sebelumnya berantakan lah, ada yang di kebon ada yang langsung dari kloset ke empang,” 

Unpam Bekali Remaja Masjid Penguatan Kapasitas dan Komunikasi Organisasi di Era Digital

Dengan adanya program ini jadinya lebih bagus, yang utama lebih sehat,” ungkapnya. 

 

Sejak tahun lalu, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) gencar membangun tangki septik. 

 

Saat meninjau hasil pembangunan tersebut, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pembuatan tangki septik itu untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. 

Tembus 9,07 Triliun, Pemkot Tangsel Bakal Genjot Investasi via Health Tourism

 

“Pembangunan ini agar lingkungan menjadi sehat,” ucapnya. 

 

Benyamin menuturkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 2.400 tangki septik yang telah dibangun. 

 

Kata dia, wadah tinja tersebut dilengkapi dengan penyaring dan obat bakteri yang mampu mengurai limbah kotoran manusia menjadi air yang bersih, sehingga tidak mencemari lingkungan. 

 

“Kita pakai teknologi. Sehingga tidak mencemari lingkungan.Khusus di Kranggan ini saja, ada sebanyak 30 unit,” pungkasnya.(Ari) 

 

Loading...
×
×