Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Lelah Tunggu Janji Pemerintah, Warga Serpong Utara Tangsel Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Lelah Tunggu Janji Pemerintah, Warga Serpong Utara Tangsel Perbaiki Jalan Secara Swadaya

img 20250825 133524
Lelah Tunggu Janji Pemerintah, Warga Serpong Utara Tangsel Perbaiki Jalan Secara Swadaya

RESPUBLIKA.ID – Warga Kampung Kandang Sapi, RW 03, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel, memperbaiki jalan lingkungannya secara swadaya.

 

Jalan sepanjang 170 meter diperbaiki pada 9 Agustus 2025, menggunakan biaya yang bersumber dari urunan warga dan juga bantuan donatur tak kurang dari Rp 50 juta.

 

Perbaikan jalan secara swadaya masyarakat itu dilakukan bukan tanpa alasan.
Sebab, menurut Ketua RW 03, Pakualam, Rochman, usulan warga untuk memperbaiki jalan lingkungannya itu tak kunjung direalisasikan oleh Pemerintah Kota Tangsel.

Bekali Pelaku UMKM Strategi Digital Dosen Ilkom Unpam Beberkan Triknya

 

Warga yang sudah merasa lelah dengan janji-janji Pemerintah itupun akhirnya berinisiatif memperbaiki jalan lingkungan yang telah rusak bertahun-tahun secara mandiri.

 

“Warga sudah enggak sabar, makanya mereka mau adain (perbaiki jalan-red) swadaya,” kata Rochman, ditulis Minggu (24/8/2025).

 

Unpam Bekali Remaja Masjid Penguatan Kapasitas dan Komunikasi Organisasi di Era Digital

Rochman menuturkan, orang nomor satu atau Wali Kota Tangsel sudah mengetahui rusaknya jalan dan telah mendatangi kampungnya itu.

 

Bahkan kata dia, dinas terkait juga sudah berulang kali melakukan pengecekan kondisi jalan tersebut, namun tidak pernah ada tindak lanjut untuk memperbaiki jalan di lingkungannya itu.

 

“Orang nomor satu (Wali Kota) sudah sering datang, tapi cuma omongan dan janji saja. Sudah berapa kali kunjungan, mereka tahu jalan di sini rusak. Masa di tengah kota masih ada jalan yang hancur? Akhirnya warga kami putuskan swadaya sendiri,” ungkapnya.

Tembus 9,07 Triliun, Pemkot Tangsel Bakal Genjot Investasi via Health Tourism

 

Kondisi jalan di kawasan itu sudah lama dikeluhkan. Namun, jawaban pemerintah hanya berputar soal status kepemilikan lahan.

 

“Alasannya selalu bilang ini tanah siapa, jadi nggak bisa dibangun. Padahal yang merasakan dampaknya kan masyarakat,” ucapnya.

 

Rochman berharap, aksi warga memperbaiki jalan secara swadaya itu dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah agar lebih serius melayani rakyat, jangan hanya membutuhkan warga untuk meminta dukungan saat pencalonan saja.

 

“Jangan mereka disaat perlunya saja berkunjung, tapi disaat saat seperti ini usahakan lah berkunjung, jangan cuma saat pencalonan aja rame rame ke sana sini,” pungkasnya.(Ari)

Loading...
×
×