Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Mukota Kadin Tangsel IV Ricuh, Pemilihan Ketua Ditunda

Mukota Kadin Tangsel IV Ricuh, Pemilihan Ketua Ditunda

img 20251026 124535
Mukota Kadin Tangsel IV Ricuh, Pemilihan Ketua Ditunda

RESPUBLIKA.ID – Musyawarah Kota (Mukota) ke IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangsel Ricuh atau tidak berjalan kondusif.

Pertemuan yang mengagendakan pemilihan ketua baru periode 2025-2030 itu berujung ditunda, usai situasi di Gedung Kodiklat, Buaran, Serpong, yang menjadi lokasi acara memanas.

Pantau di lokasi, sejumlah peserta yang hadir tak mampu menahan kekecewaan setelah panitia memutuskan untuk menunda jalannya acara tanpa kepastian waktu.

Sontak, kondisi yang semula kondusif berubah tegang ketika salah satu peserta naik ke depan arena dan menyuarakan protes keras melalui pengeras suara.

Adu argumen dan rebutan mikrofon sempat terjadi antarpendukung calon, hingga membuat ruangan tidak kondusif. Beruntungnya, ketegangan dapat diredam setelah kedua kubu diminta menahan diri.

Bekali Pelaku UMKM Strategi Digital Dosen Ilkom Unpam Beberkan Triknya

Setelah melakukan komunikasi intens, panitia akhirnya mengumumkan bahwa Mukota IV Kadin Tangsel ditunda.

Ketua Steering Committee (SC) Mukota IV, Nunung Nursiamuddin, mengatakan, penundaan pemilihan ketua Kadin itu dilakukan demi menjaga suasana internal tetap kondusif.

“Iya, memang harus ditunda dulu. Waktunya belum ditentukan. Ini demi konsolidasi dulu, supaya kondusif. Biar semua sama-sama enak,” kata Nunung, Sabtu 25 Oktober 2025.

Kedua kandidat juga merasa kecewa dengan kondisi yang terjadi. Kendati begitu, keputusan panitia tetap dipatuhi oleh seluruh peserta Mukota, termasuk dua calon Ketua Kadin Tangsel, Marhadi dan Abdul Rahman (Arnovi).

Ditundanya pemilihan itu, kata Arnovi terjadi karena panitia kurang berpengalaman. Sebab menurutnya, meski Mukota kali ini berjudul yang keempat kali, namun pemilihan ketua sebelumnya selalu berlangsung secara aklamasi.

Unpam Bekali Remaja Masjid Penguatan Kapasitas dan Komunikasi Organisasi di Era Digital

“Selama ini Mukota Kadin Tangsel tidak pernah melalui proses pemilihan langsung. Ini pertama kalinya benar-benar dilakukan secara terbuka, sehingga panitia belum berpengalaman,” ucap Arnovi.

Oleh sebab itu, Arnovi menegaskan, panitia harus segera melakukan evaluasi dan menyiapkan tindakan penyelesaian lain, jika kebuntuan dalam proses Mukota kembali terjadi.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar peserta Mukota berikutnya tetap sesuai data awal tanpa ada penambahan baru.

“Karena ini penundaan, maka peserta harus tetap sama. Jika ada penambahan, itu sudah menyalahi aturan Kadin,” tutup Arnovi.

Sedangkan, Marhadi menilai bahwa penundaan dilakukan demi menjaga kondusifitas dan marwah organisasi. Dia mengaku tidak ingin perbedaan pandangan mencoreng citra Kadin Tangsel sebagai wadah pengusaha yang profesional.

Tembus 9,07 Triliun, Pemkot Tangsel Bakal Genjot Investasi via Health Tourism

“Kami sepakat menjaga nama baik Kadin Tangsel. Jangan sampai terjadi hal yang bisa mencederai organisasi ini,” tutur Marhadi.

Dari kondisi yang terjadi, Marhadi berharap seluruh panitia baik SC maupun OC diganti secara keseluruhan, agar kondisi serupa tidak lagi terjadi di lain waktu.

“Harapan saya adalah kepanitian SC dan OC dibubarkan, Bang. Di nolin lagi, karena sudah dianggap kepanitian SC dan OC ini gagal.
Jadi kalau diteruskan mereka lagi, hasilnya juga sama,” tandasnya.(Ari)

Loading...
×
×