Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Peletakan Batu Pertama Musala Nurul Azizah, Putri Wapres Singgung Masalah Lingkungan

Peletakan Batu Pertama Musala Nurul Azizah, Putri Wapres Singgung Masalah Lingkungan

Img 20200826 Wa0051

SERPONG –Kerja politik bakal calon walikota Tangsel Siti Nur Azizah kian cepat saja jelang coblosan, Desember mendatang. Dari menghadiri acara warga, mengikuti pengajian hingga melakukan sejumlah aktivitas sosial. 

 

Terbaru, ia meletakan batu pertama Rumah Tahfidz dan pembangunan Musala Nurul Azizah, di Kampung Buaran Timur, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (26/8).

 

 

Cuaca Membaik, SDABMBK Tangsel Siapkan Perbaikan Ruas Jalan Kewenangan Pemkot

Azizah mengatakan, pembangunan musala dan rumah tahfidz merupakan cita-cita mulia yang harus ditebarkan setiap insan manusia. Maka itu, ketika nanti sudah jadi tentunya akan menjadi tempat yang punya banyak keberkahan. Dua tempat tersebut akan melahirkan generasi mulia, yang bisa menjadi pemimpin bangsa.

 

 

“Saya meyakini rumah tahfidz dan musala juga bisa menjawab tantangan zaman. Terutama dalam mencetak generasi muda yang mumpuni bisa menguasai ilmu pengetahuan dan agama. Dua hal itu menurut saya sangat penting,” katanya.

 

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Dindikbud Tangsel Imbau Sekolah Tingkatkan Kewaspadaan

 

Dirinya juga menyinggung soal bangunan tempat ibadah tersebut. Seperti desain, konsep lingkungan, dan lain sebagainya. Hal itu menurutnya penting karena menyangkut kehidupan dan tata kelola lingkungan.

 

 

Ia mencontohkan banyaknya pemanfaatan sumber air bawah tanah dengan sumur dangkal maupun dalam bisa membahayakan kehidupan manusia. Kekeringan di kala kemarau panjang, banjir dikala hujan adalah contoh dimana air hujan tidak kita kelola dengan baik.

Bekali Pelaku UMKM Strategi Digital Dosen Ilkom Unpam Beberkan Triknya

 

 

“Saya berharap ke depan Tangsel akan menjadi Rain Harvesting City, kota yang memanen air hujan,” ujarnya.

 

 

Persoalan lingkungan lainnya seperti sampah juga harus dipikirkan. Putri Wapres ini mengaku punya program untuk masalah tersebut. Namanya Jelita atau jemput limbah rumah tangga bisa diaplikasikan di sini. Apa itu program jelita? Yang program revitalisasi sistem bank sampah yang ada. Dengan sistem ini ia berharap sampah akan menjadi sebuah program pemberdayaan masyarakat Tangsel ke depan.

 

 

Bila itu bisa diwujudkan, ia yakin bakal ada perubahan yang nyata di Kota Tangsel. Minimal soal tata kelola lingkungan. Maka itu, rumah ibadah seperti masjid atau Musala bisa menjadi pelopor dalam hal perubahan. Sehingga nanti bisa menular pada kebiasaan masyarakat.

 

 

“Saya berharap musala dan rumah Tahfidz ini jadi yang pertama di Tangsel, sebagai musala dan tempat pendidikan yang berorientasi go green,” ujarnya.

Loading...
×
×