RESPUBLIKA.ID – Kelurahan Kademangan, Setu, Kota Tangsel mempunyai gerai Koperasi Merah Putih (KMP) baru, berlokasi di Jalan Hutama Karya.
Gerai itu diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM Bachtiar Priyambodo dan Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, bersamaan dengan pelantikan pengurus Karang Taruna Sub Wilayah RW 01, Kademangan, Sabtu 14 Februari 2026.
Bachtiar mengatakan, bahwa gerai yang baru diresmikan tersebut merupakan gerai KMP ke-33 di Kota Tangsel.
Di Kecamatan Setu sendiri terdapat enam kelurahan yang diklasifikasikan dalam tiga kategori, setelah sebelumnya Kademangan masuk zona kuning karena baru memiliki kantor koperasi.
“Namun setelah gerai usaha diresmikan, Kademangan kini masuk kategori zona hijau bersama Bakti Jaya, Setu, dan Keranggan,” kata Bachtiar di lokasi.
Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan Nasional yang diperkuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gerai usaha koperasi. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan gerai usaha di berbagai daerah, termasuk Kota Tangsel.
Saat ini, kata Bachtiar, gerai yang dibangun mencapai 100 persen baru di Kelurahan Pondok Aren. Pemerintah daerah juga masih menghadapi kendala keterbatasan lahan karena sesuai ketentuan dibutuhkan minimal 1.000 meter persegi.
“Untuk tahap pertama Tangsel ditargetkan 14 gerai usaha. Namun kendala utama kita adalah lahan. Kami berharap jika ada lahan milik instansi atau fasilitas umum bisa dilaporkan untuk mendukung pembangunan,” ungkapnya.
Gerai koperasi nantinya juga akan dilengkapi sarana usaha dan kendaraan operasional dari pemerintah pusat sebelum diserahkan menjadi aset daerah untuk dikelola Dinas Koperasi.

Ketua RW 01 Kademangan Syahrudin dan Ketua Karang Taruna Sub Wil Kademangan Mas Okta Shidiq Setiawan
Di lokasi yang sama, Ketua RW 01 sekaligus Ketua KMP Kademangan, Syahrudin mengatakan, gerai di wilayahnya saat ini memiliki sekitar 125 anggota.
Gerai tersebut menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasaran.
“Kami mengutamakan kebutuhan warga dengan harga lebih murah. Walaupun laba kecil, yang penting koperasi berjalan,” ucapnya.
Syahrudin menuturkan, modal awal koperasi berasal dari penyertaan anggota berupa saham partisipasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 juta.
Kata dia, lokasi yang menjadi gerai tersebut juga bagian saham anggota koperasi, karena terbatasnya lahan di wilayahnya
“Ya karena keterbatasan lahan, kita pilih tempat ini, ini punya anggota kita juga,” tutupnya.
Sedangkan, Ketua Karang Taruna RW 01 Mas Okta sidhiq Setiawan menambahkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pengurus demi kemajuan gerai KPM di wilayahnya, dengan menggandeng pelaku UMKM lokal agar produknya dapat dipasarkan di gerai tersebut
“Kami membantu mencari UMKM dengan harga terjangkau untuk berkolaborasi demi kemajuan koperasi dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Okta bersama pengurus Karang Taruna RW 01 sendiri juga akan membuka peluang bagi warga yang ingin bergabung sebagai anggota maupun pemasok produk koperasi.

