RESPUBLIKA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel membongkar puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Serpong, Kamis 16 Oktober 2025.
Ratusan petugas gabungan, dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Pemadam Kebakaran diterjunkan dalam penertiban area pasar itu.
Pantauan Respublika.id di lokasi, sejak pukul 9:00 WIB nampak Petugas gabungan tengah membongkar lapak-lapak pedagang yang berada di sisi Jalan Raya Serpong, yang telah menjajakan dagangan sejak puluhan tahun lalu.
Pembongkaran lapak PKL Pasar Serpong itu bukan tanpa alasan, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menata Jalan Raya Serpong, agar tidak menggangu lalu lintas dan juga keamanan para pembeli.
“Pembongkaran ini memberikan kenyamanan untuk masyarakat sekitar. Kita lihat lalu lintas jadi aman, tertib, lancar semuanya dan juga tidak kumuh serta juga tidak membahayakan pedagang dan pembeli, karena ada yang ketabrak motor,” kata Pilar di lokasi.
Pembongkaran lapak itu, kata Pilar, juga dilakukan dengan tujuan merelokasi pedagang, agar tidak lagi menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya.
Dia menuturkan, Perseroda PITS selaku pengelola Pasar Serpong telah menyiapkan tempat atau kios berdagang yang berada di dalam area pasar.
“PKL yang dari depan kita lakukan penataan tapi dengan konsep tidak menghilangkan mata pencarian mereka. Jadi kita relokasi ke dalam supaya mereka bisa berdagang di dalam,” ucapnya.
Kemudian, Pilar juga mengaku telah meminta Perseroda PITS agar memberikan keringanan biaya sewa kios kepada PKL yang terkena relokasi selama beberapa bulan ke depan.
“Saya minta ke Perseroda PITS untuk kasih keringanan selama beberapa bulan ke depan. Supaya pedagang yang masuk ini ringan dulu. Ini kan perubahan yang drastis ya, dari luar masuk ke dalam mungkin pembelinya juga belum banyak. Nah mohon bersabar,” tutup Pilar.
Di lokasi yang sama, Nuraini (50) salah seorang PKL Pasar Serpong mengaku siap dengan relokasi lapak yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel. Menurutnya, pembongkaran itu adalah resiko yang memang akan ditanggungnya.
“Iya siap, sudah resiko mau gimana,” kata Nuraini di Pasar Serpong.
Kendati begitu, Wanita paruh baya yang telah menjajakan buah selama 15 tahun itu mengaku bingung, lantaran belum mengetahui kios pasar mana yang akan ditempati.
Sebab, kata dia, dirinya hanya diberitahu akan direlokasi ke dalam pasar, tanpa pemberitahuan lebih lanjut tentang lokasi dan cara mendapatkan kios yang akan ditempatinya usai relokasi.
“Kita mintanya satu doang, tempat kan kita semua, itu doang. Tapi kita belum tau tempat kiosnya yang mana, cuma dibilang kedalam-kedalam. Bagaimana kita mau ke dalam itu kan sudah milik pribadi. Biaya sewa juga belum dikasih tahu. Seharusnya kita diajak lihat semua tempat barunya,” tandasnya.
