RESPUBLIKA.ID – Ribuan Jemaat Ahmadiyah berkumpul di Jalsah Salanah.
Pertemuan tahunan itu digelar serentak di 23 wilayah di Indonesia, Sabtu 6 Desember 2025.
Jalsah Salanah secara harfiah berarti “bertemu dan duduk”, dimana para peserta mengikuti rangkaian kegiatan seperti ceramah keagamaan serta kegiatan sosial dan kebangsaan, dengan tujuan memperkuat moral, merajut silaturahmi, sekaligus mendorong kebermanfaatan bagi bangsa.
“Secara nasional, panitia mencatat partisipasi kurang lebih 24.000 orang. Kalau di sini ada 2.200 peserta,” ucap Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana, di Masjid Jami Mahmudah, Cipondoh, Kota Tangerang.
Yendra menuturkan, Jalsah Salanah digelar terbuka untuk umum. Dalam kegiatan itu, kata dia, dihadiri dari berbagai unsur masyarakat, seperti kalangan Nahdlatul Ulama hadir jajaran PCNU Tangerang, GP Ansor, serta tokoh-tokoh lintas organisasi dan agama seperti Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur, Halili Hasan dari Setara Institute, Wakil Ketua Umum Komnas Perempuan Dea, Prof. Najib Ahmad Burhani, hingga Dr. Pendeta Jeki selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.
“Jalsah Salanah ini memang menunjukkan terbuka untuk umum, terbuka untuk siapa saja, bukan hanya eksklusif untuk Jamaat Ahmadiyah,” tuturnya.
Jalsah Salanah 2025 ini digelar untuk memperingati satu abad keberadaan Jemaat Ahmadiyah di Indonesia.
Pada momen 100 tahun tersebut, Yendra mengungkapkan, kelompoknya itu membawa pesan damai dengan memancarkan ajaran Islam yang penuh cinta, ditengah konten media sosial yang kerap disesaki dengan kebencian dan prasangka.
“Pada peringatan 100 tahun ini, kami mengajak kembali pada esensi mencintai dengan tulus, melampaui golongan, etnis, maupun kepentingan,” ungkapnya.

