CEO Tangerangonline: Calon Walikota Milenial Jangan Terjebak Retorika Klasik

oleh -
Ceo Tangerangonline Jumaedi (kanan).

SMSI Kota Tangsel dan PWI Kota Tangsel baru saja menggelar diskusi terkait sumpah pemuda. Sejumlah anak muda yang digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi pilkada tahun depan terlibat dalam diskusi ini. Seperti Fahd Pahdepie, Suhendar, dan Aldrin Ramadian.

Ketiganya masuk kategori muda karena usianya 40 tahunan. Nah, gagasan-gagasan anak muda ini penting untuk membawa Tangsel yang lebih segar lagi dan tidak terjebak dalam rutinitas pemerintahan belaka.

Ceo Tangerangonline Jumaedi menilai kehadiran anak-anak muda dalam setiap kontestasi politik wajib didukung. Mereka bisa memberikan warna lain dalam politik yang kerap diasosiasikan miliknya orang matang, berpengalaman, ataupun orang tua.

Nah, stigma itu harus sudah dihilangkan. Generasi muda wajib menjawab tantangan zaman dan tidak terpaku pada retorika klasik. Misal isu soal pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Menurutnya tiga isu tersebut memang perlu ada tetapi tidak lantas menjadi dominan. Soalnya, tiga persoalan itu memang wajib dijalankan oleh siapapun pemimpinnya.

“Kesehatan, kesejahteraan, pendidikan itu tertuang dalam undang-undang dasar 1945. Makanya aneh saja kalau ada calon walikota yang bicara soal itu. Harusnya punya gagasan yang krusial dan menarik,” kata Jumaedi yang biasa disapa Abi ini, saat dihubungi, kemarin.

Ia pun berharap para calon yang mengklaim sebagai milenial harus memiliki gagasan yang menarik, cerdas, kekinian, serta langsung menghujam pada persoalan. Misalnya bicara kesejahteraan. Langkah konkretnya apa, begitupun dengan pendidikan dan kesehatan. Jangan melulu ngomong pendidikan gratis, kesehatan gratis saja. Tetapi harus lebih dari itu. Ini tantangan yang mesti dijawab oleh para paslon.

Sementara itu Suhendar mengaku akan membangun kebijakan anggaran yang pro pemuda. Ia akan membuka akses seluas-luasnya untuk pemuda agar dapat terlibat langsung dalam pembangunan di Tangsel ke depannya.

“Tentu kami sudah memiliki program pembangunan kepemudaan. Dimana dalam program ini kami berupaya bagaimana integrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tangsel memiliki tanggung jawab yang sama terhadap pemuda,” ucapnya.

Sehingga, lanjut ia, pembangunan pemuda di Tangsel ini tidak hanya menjadi tugas satu OPD saja. “Tapi nanti akan kami dorong kebijakan anggaran dimana tanggung jawab pembangunan pemuda menjadi tanggung jawab lintas OPD,” ujarnya.

Sementara Aldrin pada kesempatan yang sama mengaku bahwa dirinya sudah memikirkan tentang pembangunan pemuda tersebut. Dimana Aldrin akan memakai gaya menyerap aspirasi para pemuda di Tangsel.

“Jadi saya akan lebih banyak menyerap dan mendengar ide segar dan gagasan anak-anak muda Tangsel. Karena kalau kita yang menawarkan gagasan dan ide belum tentu cocok dengan mereka,” terangnya.

Sedang, Fahd mengaku bahwa dirinya telah menyusun 18 program jika nanti diamanahkan menjadi wali kota. Beberapa diantaranya ialah program terkait pembangunan pemuda di Kota Tangsel yang diketahui memiliki populasi lebih besar.

Seperti program muda berdaya. Dimana dalam program ini akan membuat pendidikan tambahan bagi pemuda yang memiliki keahlian khusus. Sehingga kita tidak lagi berbicara menciptakan kelompok muda yang hanya memiliki jiwa wirausaha, tetapi juga memiliki kemampuan berdaya saing. (dawson)

Share this...
Print this page
Print