RESPUBLIKA.ID – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Tangsel memanfaatkan pasir untuk memadamkan api pada peristiwa kebakaran gudang bahan kimia di Taman Tekno, BSD, Senin 9 Februari 2025.
Pasalnya, 14 mobil pemadam yang telah diterjunkan ke lokasi tak mampu memadamkan api secara menyeluruh, lantaran bahan kimia yang terbakar tak bisa dipadamkan dengan air.
“Masih proses pemadaman karena ada bahan kimia yang emang tidak bisa dipadamkan dengan air. Nah kami sekarang lagi menunggu pasir. Itu menurut penelitian bisa dipadamkan hanya dengan pasir,” kata Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel Omay Komarudin di lokasi.
Pantau Respublika.id di lokasi pukul 11:30 WIB asap tebal berbau menyengat juga masih mengepul menyelimuti sekitar lokasi kejadian. Puluhan Petugas Damkar juga nampak kelelahan memadamkan api sejak pukul 4:30 WIB, hingga harus menghirup oksigen tambahan dari tabung saat keluar gedung.
Tak selang berapa lama, satu truk engkel pasir tiba di lokasi. Para petugas langsung menutup sumber api dengan pasir. Kemudian, pada pukul 12:00 asap yang mengepul itu berangsur menghilang.
Sebelumnya diberitakan, bangunan gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno Blok K3 Nomor 37, BSD, Kota Tangsel Terbakar, Senin 9 Februari 2025, sekira pukul 4:20 WIB.
Selain, menghanguskan bangunan beserta isi, dampak kebakaran gudang bahan kimia itu juga mencemari aliran Kali Jaletreng, yang menjadi muara saluran air pergudangan.
Akibatnya, aliran Kali di wilayah Serpong itu berwarna putih dan berbau menyengat, menyebabkan ikan-ikan di aliran itu mati.

