RESPUBLIKA.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Program Inkubasi.
Program tersebut dilaksanakan oleh Inkubator CMORE Kota Tangsel.
Tahun 2026, program inkubasi memasuki tahun kedua pelaksanaan, digelar sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
Kepala Dinkop UMKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, Inkubator CMORE hadir sebagai wadah pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih terarah.
Selain itu juga memperkuat pengelolaan bisnis, meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar dan jejaring usaha, serta mendorong terciptanya usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan inkubasi tahun 2026 diawali sejak April melalui tahapan publikasi dan pendaftaran calon peserta. Kata Bachtiar, dari 95 pendaftar dan proses seleksi serta kurasi, hanya 32 peserta atau tenant yang mendapatkan fasilitasi pembinaan melalui program inkubasi itu.
“Dari 95 pendaftar, hasil seleksi hingga kurasi, hanya 32 yang lolos dan mendapat pembinaan program inkubasi,” kata Bachtiar, ditulis (12/10/2026).
Kemudian, Bachtiar menuturkan, puluhan peserta hasil seleksi mengikuti rangkaian pembinaan, diawali dengan Bootcamp pada Juni 2026. Pada sesi tersebut, para peserta diberi penguatan dasar mengenai pola pikir kewirausahaan, pengembangan bisnis, kepemimpinan, potensi pasar serta pengembangan produk.
Setelah mengikuti bootcamp, tenant mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan melalui kegiatan coaching dan mentoring.

Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Program Inkubasi oleh Inkubator CMORE Kota Tangsel
Untuk sesi coaching dilaksanakan secara berkala setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dan praktisi yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha.
Para pemateri itu diantaranya adalah, D.Wim Prihanto, Dosen Kewirausahaan Universitas Multimedia Nusantara, Wisono Ketua INOBITZ, Aniek Sri Handayani dari Pusat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (PI2B) Institut Teknologi Indonesia, serta Rendy Karezky, Kepala Inkubator Dumping Kampus Umar Usman.
“Saat sesi coaching, narasumber memberikan materi mencakup digitalisasi UMKM, bisnis dan pemasaran, pembukuan dan pengelolaan keuangan, produksi dan peningkatan kualitas produk, serta branding, yang diberikan untuk membantu tenant memperkuat pengelolaan internal sekaligus mengembangkan pasar,” tuturnya.
Berbeda dengan coaching, kegiatan monitoring dilaksanakan secara berkelompok sebanyak dua kali dalam satu bulan. Sehingga, para peserta memperoleh pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya.
“Melalui rangkaian pembinaan tersebut, tenant didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing produk, serta semakin siap dalam mengembangkan dan memperluas akses pasar,” ucapnya.
Selain peningkatan kapasitas, Bachtiar menyebut, Inkubator CMORE juga memberikan perhatian terhadap penguatan akses pasar. Dimana, tenant inkubator diprioritaskan untuk mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan bazar, pameran, dan kegiatan promosi yang difasilitasi oleh Dinkop UMKM Tangsel.
“Fasilitasi tersebut menjadi sarana bagi tenant untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat, memperoleh pengalaman berinteraksi dengan konsumen, menguji respons pasar, sekaligus memperluas jejaring usaha,” ungkapnya.
Lebih dalam Bachtiar mengatakan, tahapan program inkubasi berikutnya adalah business matching dan penguatan akses pasar, yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan tenant dengan berbagai mitra potensial, baik dari sisi pasar maupun jejaring usaha dan pembiayaan.
Dalam pelaksanaannya, Dinkop UMKM Kota Tangsel melalui Inkubator CMORE terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, lembaga pembiayaan, mitra pasar, serta dunia usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi tenant untuk mengembangkan jaringan, memperkuat pemasaran, dan meningkatkan kapasitas usahanya.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi peluang para pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya,” ucapnya.
Diketahui, Inkubator CMORE Kota Tangsel merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, para pelaku UMKM diharapkan semakin memiliki kapasitas dalam mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi digital, memperluas pemasaran, serta membangun jejaring usaha.
” Kami dari Dinkop UMKM berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai fasilitasi pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat kewirausahaan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangsel,” pungkasnya.(Adv)






