Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Open Talk Sebagai Kunci Keluarga Sakinah Dalam Perspektif Psikologi Islam

Open Talk Sebagai Kunci Keluarga Sakinah Dalam Perspektif Psikologi Islam

img 20251226 wa0004
Open Talk Sebagai Kunci Keluarga Sakinah Dalam Perspektif Psikologi Islam

RESPUBLIKA.ID – Seperti yang umum diketahui, kita sebagai manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

Setiap manusia pasti memiliki naluri untuk hidup berkelompok, dan kelompok pertama yang dimiliki oleh seorang manusia adalah ‘keluarga’.

Keluarga adalah tempat di mana manusia pertama kali belajar tentang interaksi sosial dan juga menjadi kelompok yang sejatinya paling dibutuhkan oleh setiap manusia. Di dalam berkeluarga, semua manusia pasti menginginkan adanya keharmonisan, kenyamanan, serta rasa damai setiap bersama dengan keluarganya. Dalam perspektif islam keluarga dengan ciri-ciri tersebut disebut sebagai ‘Keluarga Sakinah’, dan untuk mencapai hal-hal tersebut, keluarga harus memiliki salah satu kunci utama yang dapat kita sebut dengan istilah ‘Open Talk’.

Mari kita bahas bersama-sama terlebih dahulu, apa itu keluarga sakinah? Keluarga sakinah adalah keluarga yang dicirikan oleh ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (warahmah) di antara anggotanya, sehingga menciptakan kehidupan rumah tangga yang damai, harmonis, dan penuh kebahagiaan lahir-batin.

Konsep ini bersumber dari Surah Ar-Rum ayat 21 di mana Allah SWT menjanjikan pasangan untuk saling ‘menenangkan hati’ (taskunu ilaiha) melalui mawaddah wa rahmah (kasih sayang dan rahmat), menjadikan keluarga sebagai tempat taat, saling pengertian, dan ketahanan menghadapi ujian tanpa konflik.

Komitmen Sakinah: Menjaga Janji Suci dengan Pendekatan Psikologis

Keluarga yang sakinah bukan berarti keluarga yang tidak memiliki masalah, melainkan mampu menangani masalah-masalah yang terjadi dengan baik dan benar. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk mencapai keluarga yang sakinah sangat perlu adanya ‘Open Talk’.
Mari kita ketahui apa itu Open Talk?

Open Talk dapat kita artikan sebagai pembicaraan yang jujur, terbuka, dan fokus kepada solusi dalam konseling atau dialog keluarga yang menekankan pembicaraan bebas masalah (problem-free talk) untuk membangun koneksi positif. Dalam keluarga, hal ini akan menjadi cara yang sangat baik ketika diaplikasikan. Dalam perspektif Islam, Open Talk mirip musyawarah partisipatif yang menghindari fokus pada masalah, melainkan potensi solusi.

Terdapat empat hal yang perlu diamati agar komunikasi tepat dapat terlaksana dalam keluarga yaitu respect, jelas, empati, dan rendah hati. Open Talk dapat dimulai dengan pilihlah waktu yang tepat misalnya seperti saat weekend di malam hari, mulai lah melakukan pembiasaan tanpa gadget ketika sedang berkumpul bersama keluarga, memulai dialog dengan pertanyaan terbuka seperti “bagaimana hari ini?”, selanjutnya biasakan untuk mendengarkan terlebih dahulu tanpa ada nya judgement.

Hal-hal seperti ini tidak hanya harus dimulai oleh satu anggota keluarga saja, namun hal ini dapat dimulai oleh siapapun di dalam keluarga tersebut. Libatkanlah seluruh anggota keluarga di rumah itu ketika melakukan open talk seperti ini. Mungkin hal ini tidak mudah jika baru dilakukan, namun seiring berjalan nya waktu dan dengan adanya kebiasaan positif seperti ini, maka Open Talk dapat menjadi rutinitas yang sangat menyenangkan dan dapat memberikan banyak manfaat jangka panjang bagi sebuah keluarga.

Terdapat banyak sekali manfaat jangka panjang yang dapat diambil dari Open Talk ini, yaitu:

Peran Ikatan Emosional dan Dukungan Sosial Dalam Kesejahteraan Keluarga

1. Kesehatan Mental Stabil

Jika sudah terbiasa dengan open talk maka keluarga akan lebih sering memberikan dukungan-dukungan emosional sehingga hal-hal seperti ini dapat mengurangi pemikiran bahwa ‘aku sendirian’ baik bagi ayah, ibu, maupun anak-anaknya.

2. Hubungan Keluarga Lebih Harmonis

Dengan adanya kebiasaan open talk, keluarga akan lebih mudah membangun kepercayaan satu sama lain secara mendalam, sehingga hal-hal seperti ini dapat memperkuat mawaddah wa rahmah.

3. Perkembangan Anak Optimal

Unpam Bekali Remaja Masjid Penguatan Kapasitas dan Komunikasi Organisasi di Era Digital

Dengan adanya kebiasaan berbicara jujur dan terbuka bersama orang tua dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak sejak dini, meningkatkan skill komunikasi yang baik, meningkatkan kepercayaan diri, sehingga dapat mencegah perilaku-perilaku negatif.

4. Resolusi Konflik Efektif

Open talk dapat meningkatkan kebiasaan dialog solutif antar anggota keluarga ketika sedang menghadapi suatu masalah. Sehingga, keluarga dapat menghindari kecurigaan atau bahkan masalah-masalah baru yang akan muncul dari suatu permasalahan.

Banyak sekali manfaat luar biasa yang dapat diperoleh dari kegiatan open talk dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Maka dari itu, kebiasaan positif seperti ini perlu dibangun secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, jika benar-benar menginginkan terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Sebab, sesungguhnya salah satu bentuk kebahagiaan dan nikmat terindah yang diberikan Tuhan dalam kehidupan seseorang adalah memiliki keluarga harmonis yang penuh dengan komunikasi terbuka, saling pengertian, dan kehangatan kasih sayang, sehingga menjadi pondasi utama bagi ketenangan jiwa dan keberkahan hidup bersama.

Artikel ini ditulis oleh Zahira Rizkyka Hidayat, Mahasiswa Semester 3 Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Loading...
×
×