RESPUBLIKA.ID – Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki ikatan hubungan darah, pernikahan yang tinggal bersama dan berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan sosial maupun ekonomi.
Ikatan emosional dan dukungan sosial memiliki peran utama dalam kesejahteraan keluarga, karena keduanya saling memperkuat dalam menciptakan suasana keluarga yang harmonis, aman, dan penuh perhatian.
Hubungan emosional yang erat membentuk rasa percaya, kebahagiaan serta stabilitas emosional diantara anggota keluarga, sehingga memudahkan mereka menghadapi stres, konflik dan berbagai tantangan kehidupan dengan lebih baik.
Penelitian menunjukkan bahwa ikatan emosional dan dukungan sosial keluarga secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, bahkan mencapai hingga 33,2%. Kedua faktor ini juga turut mencegah gangguan mental, meningkatkan keterampilan sosial, serta memperkuat hubungan antar anggota keluarga, sehingga akan menciptakan keluarga yang lebih tangguh dan bahagia.
Membangun ikatan emosional dan dukungan sosial dalam kesejahteraan keluarga membutuhkan pendekatan antara perhatian, kebiasaan yang positif dan komunikasi yang terbuka. Terdapat beberapa pendekatan yang mampu memperkuat hal tersebut,
1. Komunikasi Hangat dan Terbuka
Membangun kebiasaan saling bertanya kabar, mendengar tanpa menghakimi, dan menyampaikan perasaan secara jujur dan terbuka mampu membuat rasa aman dan kepercayaan kepada keluarga.
2. Menciptakan Waktu yang Berkualitas
Menciptakan rutinitas seperti makan malam bersama, menonton film, dan melakukan aktivitas di akhir pekan mampu membuat keluarga merasa dekat dan diperhatikan.
3. Memberikan Apresiasi
Memberikan pujian, mengucapkan terima kasih dan memberikan hadiah kecil mampu membuat anggota keluarga merasa dihargai.
4. Menghadapi Konflik Secara Bijak
Konflik dalam suatu keluarga merupakan hal wajar. Bagian terpenting adalah bagaimana menghadapi konflik tersebut secara sehat, fokus pada masalah dan menyelesaikan dengan baik.
5. Menunjukkan Rasa Empati
Ketika terdapat anggota keluarga merasa sedih, kecewa atau bingung, tunjukkan rasa empati dengan memvalidasi perasaannya, kemudian berikan dukungan emosional. Menunjukkan rasa empati mampu memperkuat rasa kepercayaan dan menganggap bahwa keluarga adalah tempat untuk berlindung.
Kesimpulan:
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi setiap individu dalam memenuhi kebutuhan sosial, emosional, dan ekonomi. Dalam konteks kesejahteraan keluarga, ikatan emosional dan dukungan sosial menjadi fondasi penting yang menentukan keharmonisan dan stabilitas hubungan antar anggota. Kedua aspek ini saling melengkapi dalam menciptakan suasana rumah yang aman, nyaman dan penuh perhatian.
Ikatan emosional yang kuat mampu menumbuhkan rasa percaya, meningkatkan stabilitas psikologis, serta membantu keluarga menghadapi stres dan konflik dengan lebih efektif. Keluarga yang seperti itu akan berkembang menjadi lingkungan keluarga yang harmonis, sehat dan mampu menjadi pondasi bagi kesejahteraan keluarganya.
Artikel ini ditulis oleh Fairuz Khansa Amijaya, Mahasiswa Semester 3 Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka





