Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Raih Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2025, Tim Peneliti UNPAM Bedah Dampak Gerakan BDS terhadap Kesejahteraan Konsumen Urban di Wilayah JABODETABEK

Raih Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2025, Tim Peneliti UNPAM Bedah Dampak Gerakan BDS terhadap Kesejahteraan Konsumen Urban di Wilayah JABODETABEK

img 20260130 145718
Raih Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2025, Tim Peneliti UNPAM Bedah Dampak Gerakan BDS terhadap Kesejahteraan Konsumen Urban di Wilayah JABODETABEK

RESPUBLIKA.ID – Fenomena boikot produk yang terafiliasi dengan pihak tertentu, atau yang dikenal secara global sebagai gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS), telah memicu perubahan signifikan pada pola konsumsi masyarakat perkotaan.

Boikot tidak sekedar dianggap sebagai bentuk protes tetapi juga menghadirkan kesejahteraan subjektif bagi konsumen yang melakukan hal tersebut.

Merespons dinamika tersebut, tim dosen Universitas Pamulang (UNPAM) melakukan kajian mendalam bertajuk “Gerakan BDS dan Kesejahteraan Konsumen: Studi Perilaku Konsumen Urban”.

Penelitian ini berhasil mendapatkan pendanaan kompetitif dari hibah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Arief Budiyanto menjelaskan bahwa riset ini bertujuan untuk memotret sisi lain dari gerakan boikot, yakni dari perspektif kesejahteraan psikologis dan sosial konsumen itu sendiri.

Jumlah Titik Banjir di Tangsel Disebut Pilar Terus Berkurang, Dari 35 Sisa 13 titik

“Selama ini diskursus mengenai BDS seringkali dilihat dari sisi geopolitik atau dampak kerugian perusahaan semata. Melalui riset ini, kami ingin melihat bagaimana pengaruhnya terhadap consumer well-being. Apakah partisipasi dalam gerakan ini memberikan kepuasan moral, atau justru menimbulkan kecemasan sosial di kalangan masyarakat urban,” ujar Arief Budiyanto dalam keterangannya, Rabu, 10 Desember 2025.

Libatkan Mahasiswa dalam Riset Lapangan

Salah satu poin penting dalam pelaksanaan hibah BIMA tahun ini adalah pelibatan aktif mahasiswa. Dalam studi ini, sebanyak sembilan mahasiswa UNPAM dilibatkan secara langsung, mulai dari penyusunan instrumen, pengambilan data lapangan, hingga analisis perilaku konsumen.

Pelibatan ini merupakan wujud nyata implementasi indikator kinerja utama perguruan tinggi, di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman riset berbasis masalah riil di masyarakat (case-based method).

“Keterlibatan sembilan mahasiswa ini bukan sekadar sebagai tenaga bantuan, tetapi sebagai junior researcher. Mereka belajar memahami fenomena sosiologis dan ekonomi secara real-time di lapangan dan merasakan langsung bagaimana aktivitas penelitian lapangan dilakukan. Ini bekal berharga bagi mereka sebelum lulus,” tambah Arief Budiyanto.

Resmikan Kantor Baru, Taxsign Nusantara Jadi Solusi Antara Otoritas dengan Wajib Pajak

Penelitian ini akan menyasar responden di wilayah aglomerasi perkotaan yang dinilai memiliki paparan informasi digital tinggi dan akses variatif terhadap produk substitusi.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi ilmu perilaku konsumen serta menjadi rujukan bagi pelaku industri dalam merumuskan strategi mitigasi krisis di era aktivisme konsumen.

Riset yang didanai oleh Kemdiktisaintek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dengan luaran berupa publikasi ilmiah di jurnal bereputasi serta rekomendasi kebijakan terkait perlindungan dan edukasi konsumen.

Loading...
×
×