Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Meski Level PPKM Turun, Pemkot Tangsel Belum Gelar PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel belum akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayahnya.

 

Meskipun dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) status kota bertajuk Cerdas Modern dan Religius sudah menjadi level 3.

 

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, belum dibukanya PTM karena vaksinasi di wilayahnya baru mencapai 46 persen.

 

Hal itu, kata dia, membuat pihaknya harus membahas lebih detil terkait PTM itu dan juga melihat perkembangan di wilayahnya.

 

“Walaupun Inmendagri Nomor 35 ini dapat dilakukan sekolah tatap muka dengan sangat terbatas, tetapi kondisinya demikian, karena vaksinasi kami baru mencapai 46% seperti tadi kami sampaikan, kami harus melihat perkembangan perkembangan kewilayahan seperti apa. Jadi saya masih akan mengadakan pertemuan Lebih detail lagi,” kata Benyamin di Puspemkot Tangsel, Selasa (24/8/2021).

 

Sejak berlaku surat edaran dan surat keputusan bersama empat Menteri 30 Maret 2021 lalu, Benyamin mengungkapkan, sekolah harus mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara daring untuk menyatakan kesiapannya membuka kembali PTM.

 

Namun, kata dia, dari seluruh sekolah yang ada, masih didapati sekolah-sekolah yang belum mengisi laporan tersebut.

 

“Laporan dari 833 TK dan Paud 117 prinsipnya sudah siap tapi 173 belum siap. Kemudian untuk SD negeri dan swasta dari 318, 81 telah siap 189 masih belum siap. Sementara untuk SMP dari 130 SMP Negeri dan SMP swasta 53 sudah siap dan 70 berarti belum siap selebihnya belum lapor, belum mengisi Dapodik,” ungkapnya.

 

Selain itu, jika PTM digelar, Benyamin menuturkan, kapasitas siswa yang datang ke sekolah juga akan dibatasi 50 persen siswa saja, dengan mekanisme pembelajaran dibagi dua, yakni daring non daring.

 

“Rencananya 50% pertama ini Senin Selasa 50% nya lagi offline. Dan hari Rabu kelasnya dibersihkan dulu. Terus yang Senin Selasa tadi sebagian online sebagian nanti baru lagi Kamis, Jumat itu kelompok yang lain Jadi dibagi dibagi yang tadinya hari Kamis, Jumat itu menjadi offline,” pungkasnya. (ari)

Berita Lainnya
Leave a comment