Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Aturan Penjualan Gas 3 Kg Bikin Ribet, Disperindag Tangsel Imbau Warga Tidak Panik

Aturan Penjualan Gas 3 Kg Bikin Ribet, Disperindag Tangsel Imbau Warga Tidak Panik

img 20250203 195148
Aturan Penjualan Gas 3 Kg Bikin Ribet, Disperindag Tangsel Imbau Warga Tidak Panik

RESPUBLIKA.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel mengimbau warga tidak panik menghadapi aturan penjualan gas 3 kilogram yang terjadi saat ini. 

 

Penjualan gas yang kini hanya boleh dilakukan oleh agen resmi memaksa warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar masak bersubsidi itu. 

 

“Masyarakat jangan panik ya  jangan khawatir, takut kekurangan gas Tetapi belilah seadanya, seperlunya,” kata Kepala Disperindag Tangsel, Abdul Aziz kepada awak media, Senin (3/2/2025). 

Bekali Pelaku UMKM Strategi Digital Dosen Ilkom Unpam Beberkan Triknya

 

Menurut Aziz, kuota gas 3 Kg tidak saat ini tidak mengalami kelangkaan dan masih memenuhi kebutuhan masyarakat. 

 

Tetapi, aturan penjualan gas yang tidak boleh dilakukan di tingkat pengecer seperti warung-warung kelontong, membuat warga harus memburu ke agen-agen resmi. 

 

Unpam Bekali Remaja Masjid Penguatan Kapasitas dan Komunikasi Organisasi di Era Digital

“Sebenarnya kelangkaan ini ada di para pengecer ya, para warung-warung gitu. Kelangkaan ini karena adanya surat edaran yang tidak membolehkan lagi pangkalan menjual kepada para pengecer, gitu ya, Jadi bermasalahnya,” ungkapnya. 

 

Saat ini, Aziz menuturkan, agen gas yang berada di Tangsel berjumlah sekira 40. Sedangkan, jumlah pangkalan gas jauh lebih banyak dibandingkan agen-agen yang berada di kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius. 

 

“Kalau agen sih kurang lebih hampir 40 lebih ya. Tapi kalau pangkalan sih banyaklah hampir seribuan ya, tapi saya cek dulu ya,” tutup Aziz. 

Tembus 9,07 Triliun, Pemkot Tangsel Bakal Genjot Investasi via Health Tourism

 

Sebelumnya diberitakan, Warga Kota Tangsel ramai-ramai ‘menyerbu’ agen gas demi mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. 

 

Ramainya warga mendatangi agen-agen tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan gas  bersubsidi itu, tetapi lantaran surat edaran Pemerintah Pusat yang melarang gas melon dijual oleh pengecer seperti warung-warung kelontong, sejak 1 Februari 2025.

 

Loading...
×
×