Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Pedagang Pasar Jadi Prioritas Kedua Vaksin Covid19

Pedagang Pasar Jadi Prioritas Kedua Vaksin Covid19

img 20210215 wa0039

Pemkot Tangsel bakal memberikan vaksin Covid 19 kepada Pedagang pasar.

 

Vaksin tersebut rencananya akan diberikan kepada ribuan pedagang di akhir Februari atau Maret 2021.

 

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Tangerang Selatan, dr Tulus Muladiono mengatakan, para pedagang menjadi prioritas kedua usai vaksinasi yang diberikan kepada tenaga kesehatan, lantaran tingginya interaksi.

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Demokrat Tangsel Bagikan 1000 Paket Lebaran

 

“Interaksi mereka (Pedagang-red) tinggi, kemudian mereka juga menjadi penjual kebutuhan pokok. Itu jadi prioritas bahwa yang harus dilakukan, terus pertemuan atau mobilisasi prioritas dari komunitas untuk bisa beratahan, satu sisi juga dia membantu kita yang membutuhkan bahan pokok,” kata Tulus di Puspemkot Tangsel, Senin (15/2/2021).

 

Vaksinasi tersebut, Tulus mengungkapkan, rencananya akan diberikan kepada seluruh pedang pasar.

 

Antisipasi Mobilitas Warga, Dinkes Tangsel Pastikan Layanan Kesehatan Optimal Selama Lebaran

Namun, kata dia, pihaknya lebih memfokuskan kepada pedagang yang berjualan di pasar tradisonal besar seperti, Ciputat, Jombang dan Serpong.

 

“Semua. Awalnya kita terfokus ke pedagang tradisional di pasar- pasar besar, seperti Ciputat, Jombang, dan lainnya. Tapi mungkin ke depannya nanti ada pelaku dari pasar modern,” ungkapnya.

 

Saat ini, Tulus menambahkan, tercatat puluhan ribu pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar yang berada di wilayah Kota Tangsel.

Jelang Mudik Lebaran, Tempat Penitipan Kucing di Ciputat Kebanjiran Titipan

 

Kendati begitu, kata dia, jumlah tersebut bisa bertambah, lantaran ada kemungkinan banyaknya pedagang yang belum terdata oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

 

“Estimasi ada 10 ribuan dari Disperindag. Tapi kita minta update lagi. Karena misalnya dia tidak punya lapak, tidak punya kios, itu gimana, sedangkan dia di situ berjam jam. Nah itu kan harus didata,” pungkasnya. (ari)

Loading...
×
×