Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Wakil Walikota Ingatkan Pendidikan Harus Dibangun dengan Asah, Asih, dan Asuh

Wakil Walikota Ingatkan Pendidikan Harus Dibangun dengan Asah, Asih, dan Asuh

whatsapp image 2026 05 20 at 08.54.29 (1)

Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyebut hari pendidikan  sebagai momentum refleksi sekaligus penguat semangat untuk memajukan pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan perjalanan tulus untuk memuliakan manusia.

 

“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Pilar.

 

Ia mengingatkan kembali nilai-nilai yang diwariskan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan) sebagai fondasi pendidikan sejati.

Jelang Waisak, Gosok Kunphen Buddhis Nusantara Salurkan Bantuan ke Shelter Kucing Terlantar

 

Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan pendidikan sebagai proses membangun harkat dan peradaban bangsa guna melahirkan insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan mandiri.

 

Sejalan dengan Asta Cita Presiden, Pilar menekankan bahwa pendidikan merupakan upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang maju, makmur, dan bermartabat.

 

Pastikan Hewan Kurban Steril, Pemkot Terjunkan Ratusan Dokter

Ia juga memaparkan lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Menengah sebagai landasan peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Presiden Prabowo Subianto.

 

Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, mengingat keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh guru sebagai teladan dan pengajar adab. Ketiga, penguatan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual.

 

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, perluasan akses pendidikan melalui layanan yang mudah, murah, dan fleksibel.

Pilar Ingatkan Bahaya Gawai dan Medsos bagi Anak, Orang Tua dan Guru Harus Berkolaborasi

 

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikannya. Jika hendak memperbaiki pendidikan, maka perbaikilah mulai dari dalam kelas,” tegasnya.

 

Pilar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan lembaga yang telah berkolaborasi membangun ekosistem pendidikan melalui integrasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

 

“Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga hal, yaitu mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, seluruh kebijakan hanya akan menjadi formalitas yang ditandai angka-angka kuantitatif,” tuturnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×