Untuk Kepentingan Umum
Pemkot Tangsel

Ketemu Kak Seto, Zaki Curhat Pekerja di Bawah Umur

TIGARAKSA- Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta pemerintah pusat mengevaluasi Undang-undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ada dua subtansi yang diinginkan Zaki untuk ditinjau ulang, yakni terkait pengawasan tenaga kerja dan kewenangan penyelenggaran SMA dan SMK.

Zaki menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai menerima Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi beserta tim di Puskemkab Tangerang, Senin (6/11/2017).

Keinginan Zaki ini dilatarbelakangi terjadinya ledakan pabrik kembang api di Kosambi beberapa waktu. Insiden ini merenggut 49 korban jiwa serta puluhan korban luka-luka. Akibat kejadian ini juga membuka borok adanya keberadaan pekerja anak yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.  “Tadi saya gambarkan (kepada KPAI) penanganan dan tindakan preventif,” ujarnya.

Selain itu, Zaki juga menjelaskan kepada KPAI kronologis dari ledakan pabrik. Menurutnya ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik maupun direksi PT Panca Buana Cahaya Sukses.

“Ke depan kami di daerah juga butuh kewenangan untuk menertibkan industri-industri yang sengaja melakukan pelanggaran,” tambahnya.

Kewenangan yang dimaksudkannya, yakni pengawasan tenaga kerja yang saat ini menurut Undang-undang 23/2014 ada di pihak provinsi, sementara keberadaan industri tersebut di wilayah Kabupaten atau Kota.

“Pengawasan tenaga kerja, itu sebaiknya dikembalikan lagi ke Kabupaten dan Kota, kemudian juga SMA dan SMK ini juga menjadi program pendidikan 12 tahun yang tidak boleh terputus, nah sekarang ini (kewenangannya) adanya di Provinsi,” tukasnya. (rr/firda)

 

Berita Lainnya
Leave a comment