Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Hindun Anisah menegaskan pentingnya penguasan dan kemampuan literasi teknologi dan digitalisasi. Pasalnya, gencarnya arus infomrasi dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan.
“Tentunya, nasionalisme kita pun diuji dengan pentingnya filter berita-berita sampah dan hoax. Disinilah pentingnya kemampuan literasi digitalisasi agar mampu membedakan dimana kebenraan isu, berita yang tengah viral,” ungkapnya saat Sosislaisasi Empat Pilar di kalangan Komunitas Milenial Nahdliyin Jepara, kemarin.
Menurut anggota Fraksi PKB ini, keberadaan AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan meneguhkan identitas kebangsaan sebagai satu Indonesia. Karena itu, teknologi tersebut perlu digunakan untuk mengambil manfaat yang positif dan produktif, bukan untuk menyebarkan konspirasi, provokasi, atau informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Jadi jangan sampai kita menerima informasi dari AI secara mentah dan mudah percaya. Harus teliti dan selektif, sejauhmana keandalan informasi itu harus dilihat sumber datanya dan pihak yang memasukkannya ke dalam sistem,” terangnya.
Untuk itu, sambung Hindun, literasi digital perlu diperkuat agar kader mampu memeriksa informasi secara kritis dan memastikan bahwa pemanfaatan AI tetap berpijak pada nilai-nilai positif Ahlussunnah wal Jamaah.
Selain itu, Hindun meminta agar pesan-pesan positif mengenai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, NKRI dan pesantren perlu diperbanyak dalam ruang digital, termasuk melalui pemanfaatan AI untuk produktivitas.
“Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya narasi negatif terkait kebangsaan termasuk narasi tentang NU dan pesantren, sekaligus memperkenalkan kontribusi keduanya kepada masyarakat luas di Indonesia maupun dunia, ” pungkasnya. (rls)






