Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Nasib Warga Kampung Koceak Tangsel 2 Bulan Kekeringan Dampak Kemarau

Nasib Warga Kampung Koceak Tangsel 2 Bulan Kekeringan Dampak Kemarau

img 20260806 190906
Nasib Warga Kampung Koceak Tangsel 2 Bulan Kekeringan Dampak Kemarau Foto : BPBD Tangsel Distribusikan Air Bersih

RESPUBLIKA.ID – Antrean warga sambil membawa wadah air bukan pemandangan baru di Kampung, Koceak, Keranggan, Setu, Tangsel.

Setiap musim kemarau, warga harus rela bolak balik ke lokasi pendistribusian air bersih dari Pemerintah Daerah, meskipun lokasi pemukiman warga tak jauh dari Sungai Cisadane.

Salah seorang warga RT 02 RW 01 Keranggan, Juanda menuturkan, kekeringan di Kampung Koceak sudah berlangsung sekitar dua bulan dan menjadi persoalan yang hampir terjadi setiap musim kemarau.

Bahkan, kata dia, kondisi serupa pernah berlangsung hingga tujuh bulan.

“Setiap musim kemarau ya begini, sumur pada kering, ada dua bulan mah kekeringannya,” kata Juanda, saat mengantre air bersih, Kamis (6/8/2026).

Tekan Resiko Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sedimentasi Sungai Ciputat

Menurutnya, lebih dari 25 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak krisis air bersih.

Saat ini warga mengandalkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena sumur gali telah mengering.

“Sekarang untuk kebutuhan sehari-hari kita nunggu kiriman dari pemerintah, satu keluarga habis sekitar 20 ember air per hari,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah membangun sumur bor dan fasilitas MCK agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Tangsel, Didin Sihabudin mengatakan, pihaknya mendistribusikan sekitar 17.000 hingga 28.000 liter air bersih setiap hari ke wilayah terdampak.

Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Tangsel Kampanyekan Pentingnya Gizi dan Keaktifan Ibu Hamil

Menurut Didin, saat ini terdapat sekitar 10 titik yang terdampak kekeringan dengan total 222 kepala keluarga (KK). Penyaluran air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi sumur warga kembali normal.

“Saat ini ada 10 titik wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap hari kami distribusi air bersih sekitar 17 ribu sampai 28 ribu liter air bersih untuk warga,” ucap Didin.

Kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, Didin mengimbau agar berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat.

Selanjutnya, pihak RT/RW dapat mengajukan permohonan distribusi air bersih kepada BPBD Kota Tangsel.

BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

3 Orang Diduga Pelaku Pengganjal ATM di Pamulang Diringkus Polisi

“Apabila warga membutuhkan bantuan air bersih, silakan berkoordinasi dengan RT dan RW. Nanti pihak RT/RW dapat mengajukan permohonan distribusi air kepada BPBD Tangsel agar segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

×
×