Kota Tangsel
Beranda / Tangerang Raya / Kota Tangsel / Tangsel Jadi Kota Paling Rawan Pemilu se-Indonesia

Tangsel Jadi Kota Paling Rawan Pemilu se-Indonesia

1700054807whatsapp image 2023 11 15 at 20.25.51 1700118948317
Kegiatan Pemilu Damai di DPRD Kota Tangsel, Tangsel Jadi Kota Paling Rawan Pemilu se-Indonesia

RESPUBLIKA.ID – Wilayah  Tangsel masuk dalam kota paling rawan Pemilu se-Indonesia.

 

Status rawan tersebut diketahui dari data yang dikeluarkan KPU dan Bawaslu Pusat.

 

“Menurut Indeks Kerawanan Pemilu khusus untuk tingkat Kota, Tangsel ini kerawanannya nomor 1 se-Indonesia, ini yang dikeluarkan oleh KPU dan Bawaslu pusat dengan indikator sesuai yang ditentukan oleh KPU dan Bawaslu pusat,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Faisal Febrianto saat menghadiri kegiatan Pemilu Damai di DPRD Kota Tangsel, Rabu (15/11/2023).

Dari Masjid untuk Masa Depan Digital, Pemkot Tangsel Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center

 

Menurut Faisal, status kerawanan Pemilu di Tangsel muncul lantaran di usianya yang baru 15 tahun berdiri, namun mengalami perkembangan yang luar biasa.

 

Kemudian, Tangsel yang di huni oleh warga dari berbagai macam suku, yang membuat kemajemukan masyarakat.

 

UIN Jakarta Sebut Aset Negara Harus Dikuasai Pihak Berwenang

“Karena kita sangat kompleks, dari heterogennya, dari kemajemukan masyarakatnya, dari kesemua nya dan lain sebagainya. Kita sangat heterogen,” jelasnya.

 

Faisal mengaku bingung dengan status kerawanan yang dikeluarkan oleh penyelenggara Pemilu itu.

 

Sebab, kata dia, saat dirinya terjun ke lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda kerawanan yang dimaksud.

Rp75 Juta per Rumah, Program Bedah Rumah Tangsel Tuntas Perbaiki 329 Hunian

 

“Kalau saya lihat di lapangan saat saya patroli atau ngider di daerah Tangsel, ini adem ayem semua, ini kerawanannya dimana? Saling mengenal semua,” ujarnya.

 

Kendati begitu, Faisal menuturkan, status rawan yang ditujukan ke Tangsel itu dijadikannya pemacu sebagai Kapolres Tangsel untuk membuktikan meskipun dianggap paling rawan se-Indonesia. 

 

“Artinya kita tidak bisa memangku tangan dan mohon doa saja. Tapi ada strategi-strategi bagaimana kita membuat keamanan di wilayah kita,” pungkasnya.(Ari)

×
×